Laporan Penelitian

Arsip untuk Juni, 2008

Waria Juga Manusia

In Total Artikel on Juni 30, 2008 at 2:14 pm

Komunitas waria adalah minoritas dalam masyarakat, berasal dari kata wanita pria (shemale) karena pria tapi seperti wanita, merasa jiwa yang berada dalam tubuhnya adalah wanita, bahkan keseluruhan apa yang ada ditempatkan selayaknya seorang wanita. Berdandan, berpikir, perasaan, dan perilaku layaknya perempuan, yang membedakan adalah jenis alat kelamin yang dimiliki. Alat kelamin merupakan identitas ketika lahir, berbeda tapi fungsi tetap sama, untuk buang air kecil. Kehidupan dijalani seperti orang normal, kebutuhan biologis, aktifitas, dan bergaul dengan sesama atau orang bukan dari kelompoknya karena juga bagian masyarakat.

Kini sudah mulai mengakui walaupun kadang masih dianggap tidak normal dan obyek ejekan lucu untuk ditonton bila berlebihan mengekpose diri dan terkesan aneh. Tidak sedikit pula dari kaum waria terlahir sentuhan keindahan masyarakat yang tanpa ragu mengakuinya.

Waria di Indonesia lekat dengan citranya sebagai PSK (Penjaja Seks Komersial), tidak semua, namun label selalu menyertai. Bagi yang berpendidikan dan berketrampilan tentulah dapat bekerja layak, tapi bagi yang tidak tentulah sangat sulit, satu-satunya hal termudah menjadi PSK, takkan diterima kerja di manapun.

Mereka punya sensitifitas tinggi, sehingga terkesan menutup diri, rendah diri, dan membatasi pergaulan masyarakat bahkan keluarga sendiri yang tidak bisa menerima apa adanya. Namun, mereka anggap angin lalu dan menjadi seorang waria adalah karunia dan kehendakNya, tidak ada seorangpun yang mampu menolak dan melawanNya.

“Aku diciptakan sebagai laki-laki, tapi aku merasa eksistensi kehadiranku adalah perempuan. Orang-orang memanggilku banci atau bencong atau waria. Aku tak pernah protes pada Tuhan, aku hanya geram atas ketidakadilan dan klaim nista yang selalu ditimpakan masyarakat kepadaku“.

Kaum waria memiliki wadah perkumpulan seperti di Jakarta FKW (Forum Komunikasi Waria) dan YSS (Yayasan Srikandi Sejati), di Malang IWAMA (Ikatan Waria Kota Malang), dan di Semarang yayasan TIARA BANGSA, PHBK (Persatuan Hidup Baru Dalam Kasih), dan PERWARIS (Persatuan Waria Kota Semarang). Tujuannya memberi kekuatan spirit dan emosional, bekal religi yang kuat untuk menerima diri apa adanya, berlapang dada, perlindungan hak asasi dan keadilan, pengakuan, penerimaan masyarakat, memupuk persaudaraan, penyuluhan HIV/AIDS, maupun arisan.

Mencoba eksis dan membaur sebagaimana mestinya tanpa mengubah sesuatu pun dalam diri, hidup dalam persatuan yang kuat, apapun profesinya. Keberadaan komunitas waria haruslah sebagai sebuah penerimaan tanpa mempersoalkan bagaimana stikma dan seperti apa karena juga manusia.

Jika saya bertemu dengan sekelompok waria dan diantara mereka berkata “Adinda lekong cakrabirawa, bolelebo di godog jogya (ada lelaki cakep banget, boleh digoda juga)”. Maka saya akan berusaha menjawab “boleh-boleh” hehehe.

Teori Paling Dibenci Tapi Rindu

In Total Artikel on Juni 25, 2008 at 1:56 am

Jika anda ke Google search “teori alam semesta” maka banyak sekali artikel membahas teori alam semesta, tadinya hanya sekedar ingin membaca-baca tetapi malah jadi bahan inspirasi, artikel-artikel tersebut umumnya berisi debat sengit. Bagi pembaca akan timbul berbagai tanggapan, mulai yang biasa-biasa saja, serius, maupun cuek. Saya sendiri inginnya serius eh, malah jadi ketawa-ketiwi sendiri. Argumen-argumen tersebut memiliki berbagai sudut pandang, mulai dari yang paling objektif hingga yang paling provokatif. Bagaimana duduk permasalahannya?

Mungkin begini, ada tiga teori terbentuknya alam semesta yaitu:

Teori Keadaan Tetap (Steady-State Cosmology)

Alam semesta akan sama di manapun atau bilamanapun atau dengan kata lain alam semesta sama di mana-mana setiap saat, semesta tidak pernah memiliki awal dan akhir. Teori ini disegarkan kembali oleh dua ahli fisika Paul Steinhardt & Neil Turok, tentu dengan berbagai argumen yang sangat panjang lebar dengan perhitungan dan rumus fisika yang rumit dan bikin pusing kepala.

Teori Osilasi

Bahwa materi alam semesta bergerak saling menjauh kemudian akan berhenti, mengalami pemampatan, demikian seterusnya secara periodik. Teori ini mengemukakan bahwa alam semesta sekarang sedang mengembang karena sebelumnya telah terjadi penyusutan. Dalam proses ini tidak ada materi yang rusak, hilang, ataupun tercipta, hanya mampat atau merenggang. Tahun 1929, Edwin Hubble melihat bahwa bintang-bintang memancar cahaya merah sesuai dengan jaraknya, maka bintang-bintang ini “bergerak menjauh”. Sebab, spektrum dari sumber cahaya yang bergerak mendekat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauh cenderung ke warna merah. Secara teoritis fakta ini didukung Albert Einstein bahwa alam semesta tidak mungkin statis.

Teori Dentuman Besar / Big Bang

Pengembangan dari teori osilasi, bahwa seluruh materi dan energi dalam alam semesta pernah bersatu membentuk sebuah bola raksasa, kemudian bola raksasa meledak hingga seluruh materi mengembang karena pengaruh energi ledakan yang sangat besar. Pada tahun 1965, Arno Penziaz & Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini disebut “radiasi latar kosmis” yang meliputi keseluruhan ruang angkasa, sebagai sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa big bang. Tahun 1989, satelit COBE mengidentifikasi radiasi kosmis sisa big bang sesuai dengan perhitungan Penziaz & Wilson. Konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium.

Para ilmuwan yang berpandangan pada teori ketetapan dianggap sebagai ilmuwan materialis dan diberi gelar sebagai ilmuwan ateis. Saya sendiri kurang paham gelar tersebut strata apa, jika strata 2 mungkin disingkat M.At atau Magister Ateis. Sedangkan teori osilasi dan teori big bang adalah lebih diakui oleh banyak kalangan.

Kalau saya ditanya, teori mana yang benar? Saya tidak tahu. Kalau ditanya, teori mana yang paling kompromis? Saya yakin pasti teori osilasi dan teori big bang.

Ayo Menyusui

In Total Artikel on Juni 23, 2008 at 12:56 pm

Air susu ibu atau ASI adalah makanan terbaik untuk bayi umur 0-6 bulan. Mengapa demikian, karena di dalam ASI terkandungan zat-zat yang sesuai kebutuhan bayi, sedangkan susu sapi terkandung zat-zat yang sesuai kebutuhan sapi, begitu pula dengan susu kambing. Sedangkan susu kaleng membawa berbagai efek samping seperti diare. Ya…. ibu-ibu.

Berdasarkan buku yang berjudul Manajemen Laktasi dari Departemen Kesehatan RI bahwa, dengan menyusui maka bayi akan mendapat susu yang seteril. Mengapa demikian, karena mulut sang bayi langsung menghisap puting susu sang ibu yang selalu terjaga kebersihannya. Coba dibandingkan dengan susu botol yang memiliki kerugian sebagai berikut:

* Pertama, sulit dibersihkan.
* Kedua, mudah tercemar bakteri.
* Ketiga, harganya mahal.
* Keempat, merepotkan.
* Kelima, menyebabkan alergi.

Jadi tunggu apa lagi, ibu-ibu segera memilih menyusui dari pada memberi susu botol kepada sang bayi. Bagi bapak-bapak juga disarankan untuk merayu sang ibu untuk setia menyusui. He he he. Ayo ayo menyusui.

Borobudur Temple

In Total Artikel on Juni 21, 2008 at 9:13 am

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratunga dan putrinya, Pramodawarddhani, pada 26 Mei 824, menggunakan 55.000m3 batu, tinggi bangunan 42m, lebar dasar 123m, corak dan ukiran menunjukkan corak Jawa tengah.

Borobudur menjadi pusat penelitian dan pengembangan agama budha, seluruh rangkaian relief berisi ajaran-ajaran budha, dan bangunan suci. Namun tidak berlangsung lama dengan surutnya agama budha (why?). Setelah dinasti Cailendra lenyap, Borobudur berabad-abad tertutup kegelapan, pusat kerajaan jawa pindah ke Jawa Timur. Bekas abu Gunung Merapi menyelimuti menjadi media tumbuh rumput dan semak belukar sehingga borobudur menjadi gundukan batu dan nampak angker.

Abad ke 18, Gubernur Jendral Inggris Sir Thomas Stamford Raffles, mengutus perwira H.C. Cornelius dan semak belukar dibersihkan, keadaan candi menyedihkan, karena banyak sekali bagian runtuh, patung yang rusak, kepala patah, dan lengan buntung. Pemerintahan Inggris tidak berlangsung lama sehingga penelitian dan perbaikan terhenti, namun sejak itu borobudur mulai diperhatikan dan banyak dikunjungi.

Pemerintah Belanda berkuasa lagi dan tertarik, sayang tidak semua bermaksud baik, patung dan bagian-bagian yang indah banyak diambil. Tahun 1896, pemerintah Hindia Belanda, mengambil delapan gerobak patung dan bagian borobudur yang indah untuk dihadiahkan pada Raja Siam Chulalangkon yang sangat tertarik untuk memiliki. Sampai sekarang benda berharga dari borobudur itu tersimpan di Museum Bangkok, Thailand.

Tahun 1907 s/d 1911 Borobudur direstorasi besar-besaran oleh Ir. Th. Van Erp, insinyur Belanda berbakat dan prihatin nasib Borobudur, batu yang tercecer dikumpulkan dan rangkaian yang terpisah dicari disatukan. Ketelitian, kesabaran, dan kecerdasan diperlukan sehingga bentuk candi seperti semula.

Hasil kerja Van Erp memuaskan, namun proses alam tak bisa dicegah, hujan dan kotoran selalu menimpa, lumut tumbuh subur, beberapa bagian candi miring, renggang, dan amblas. Tanggal 10 Agustus 1973 pemerintah Indonesia dibantu dana dan tenaga-tenaga ahli dari berbagai penjuru dunia melakukan pemugaran besar-besaran dan hasilnya bisa dinikmati hingga sekarang.

Charles Darwin, Pria Punya Sela(e)ra!

In Total Artikel on Juni 18, 2008 at 1:29 pm

Jika dicari siapakah orang yang paling kontradiktif di dunia ini? Salah satunya pasti Charles Darwin. Ada dua kubu yaitu Darwin bermanfaat dan Darwin sampah!

Jika kita flash back (bukan program flash dari Sun Microsystem) pada history. Charles Robert Darwin (1809-1882) lahir di Shrewsbury, ayahnya Robert Darwin (dokter), kakek Erasmus Darwin (dokter dan penulis naturalis). Tahun 1825 ke Edinburg belajar kedokteran, namun keluar karena merasa berminat pada entomologi (ilmu serangga). Tetapi dasar orang aneh, malah masuk sekolah pendeta Cambridge dan lulus tahun 1831 (sangat ironis!).

Dia suka berlayar dan tempat paling berkesan adalah kepulauan Galapagos, di mana melihat burung-burung Finche telah mengembangkan suatu varietas paruh yang masing-masing mencerminkan sumber makanan yang menjadi sumber kehidupan burung itu. Variasi paruh itu dilihat sebagai seleksi untuk menyesuaikan ekologis yang tersedia di kepulauan kecil itu. Dari awal, Darwin menganggap bahwa seleksi merupakan prinsip manusia yang digunakan begitu sukses ketika memelihara ternak. Suatu ide tentang bagaimana alam melaksanakan tugas itu tanpa menggunakan akal!

Pemikirannya sangat jelas, spesies tidaklah abadi, hanya ma­nusia yang bisa memperbesar satu variasi minor atau yang lain secara selektif pada saat memelihara tanaman atau ternak, se­hingga alam menyeleksi variasi-variasi serupa, dengan ha­nya memperbolehkan variasi-variasi yang paling berhasil untuk bertahan hidup dan bereproduksi dalam perjuangan merebut sumber daya yang terbatas. Darwin menamakannya dengan seleksi alam.

Salah satu buku yang melegenda “Origin of Species by Means of Natural Selection” (1859). Seleksi alam maknanya sering tumpang tindih dengan ide paling awal dari paling naturalis bahwa berbagai karakteristik diperoleh selama kehidupan binatang berakhir pada anak keturun­annya. Bagaimana mungkin leher jerapah memanjang secara konstan sampai bergenerasi­-generasi mendatang! Jika benar, alangkah panjangnya leher generasi paling akhir jerapah tersebut. Ini disebut dengan teori La­marckianisme (pesaing utama dan teori seleksi alam).

Tahun 1871, menulis “The De­scent of Man” dan “Selection in Relation to Sex”. Dua buku ini berperan dan dianggap sebagai buku “two in one” tentang seleksi seksual. Sedangkan pada “The Descent of Man” adalah suatu pengenalan tentang ide bahwa manusia merupakan hasil dan seleksi alam juga. Bagian inilah yang memicu datangnya berbagai argumen yang pedas.

Apakah Darwin berpikir sampah atau berpikir manfaat? Saya tidak tahu. Menurut saya, Darwin adalah pria paling berselera di dunia ini.

Pharaoh, Siapa Bunuh Firaun Tut? (Part 5)

In Total Artikel on Juni 15, 2008 at 11:20 pm

Pharaoh (Firaun) adalah gelar bagi raja Mesir Kuno. Beberapa sumber menyatakan, Tutankhamen (Tut) adalah anak kedua dari Ahkenaton dan paling berhak mewarisi tahta pharaoh setelah kakaknya yaitu Semenkare yang meninggal pada usia 9 tahun. Dua tahun kemudian Pharaoh Ahkenaton meninggal dan diganti oleh Tut yang pada saat itu berumur 10 tahun, namun hanya berkuasa sebentar, karena pada usia 21 tahun Tut meninggal. Pertanyaan muncul, apa penyebab kematian Pharaouh Tut? Berdasar otopsi CT Scan mummi Tut tahun 1968-1978, nampak ada kerusakan pada tengkorak bagian belakang hingga memberi kesimpulan bahwa kemungkinan terbesar dibunuh, lantas siapa yang menjadi dalang pembunuh Firaun Tut?

Ada lima hipotesis yang menyebut siapa pembuhun Tut yaitu:

1. Ankhesenamun (Istri Tut)

Tidak ada informasi yang banyak tentang dia, hanya disebut bahwa Ankhesenamun tidak memberi anak (mandul akibat kecelakaan kereta kuda). Selain itu terjadi affair cinta antara Tut dengan saudara perempuan Ankhesenamun, hal ini memunculkan rasa cemburu. Setelah kematian Tut, maka Ankhesenamun segera menikah dengan Ay, kemudian seperti menghilang dari sejarah.

2. Jenderal Horemheb (Panglima Militer)

Seorang panglima yang tidak memiliki darah raja dan frustasi dengan kepemimpinan Tut. Pengaruh di tubuh militer yang kuat membuat mudah untuk menggulingkan Tut. Setelah kematian Tut, Horemheb pemegang kendali pemerintahan dan secara sistematis menghapus referensi-referensi yang berkaitan dengan Tut dari sejarah Mesir.

3. Ay (Mantan Perdana Menteri)

Ay adalah Perdana Menteri pada saat pemerintahan Ahkenaton dan memiliki akses politik yang kuat di pemerintahan. Setelah kematian Tut, maka Ankhesenamun dijadikannya istri kedua, sehingga secara otomatis tahta pharaoh jatuh ke tangannya. Kekuasaan Ay hanya berlangsung 4 tahun karena meninggal, dan digantikan segera oleh Horemheb.

4. Tey (Istri Pertama Ay)

Tey adalah istri pertama Ay dan sekaligus keponakan ahkenaton, memiliki ambisi sangat besar agar darah firaun jatuh pada keturunannya.

5. Pasukan Musuh

Disebutkan bahwa Tut memiliki musuh yaitu kerajaan Hittites, the Mitanni, the Nubians, and the Assyrians.

6. Para Pengikut Ajaran Amun

Amun dalam budaya Mesir Kuno adalah Dewa. Pada saat Ahkenaton, berkuasa, ajaran Amun disingkirkan dan dia memproklamirkan diri sebagai Tuhan. Hal ini memungkinkan ada usaha-usaha dari pengikut Amun untuk menyingkirkan darah Firaun dari Tut.

Begitulah hipotesis penyebab kematian Firaun Tutankhamen, yang seperti kisah-kisah di sinetron. Kalau orang Indonesia seneng ngosip artis sinetron, maka anggap saja para arkeolog Mesir Kuno juga seneng ngosipin Firaun.

Pharaoh, Bernadette Soubirous (Part 4)

In Total Artikel on Juni 12, 2008 at 8:14 am

Bernadette Soubirous lahir di Lourdes tahun 1844, anak sulung keluarga Francois Soubirous, penggiling gandum yang miskin. Semasa remaja Bernadette sakit-sakitan hingga tubuhnya tampak lemah dan lamban. Ketika Bernadette bersama dua adiknya, Marie dan Yeanne mencari kayu bakar dekat gua Messabielle, mengalami peristiwa ajaib yaitu melihat seorang wanita muda berpakaian putih cemerlang, ikat pinggang berwarna biru langit, kerudung panjang hingga menyentuh kaki, kedua telapak tangan saling mengatup di depan dada, dan dilingkari cahaya yang cemerlang. Peristiwa terjadi pada tanggal 11 Pebruari 1858, dan terus berulang sampai 18 kali, terakhir pada tanggal 16 Juli 1858. Sementara penyakit asthma yang dideritanya semakin parah, akhirnya tahun 1879, Bernadette meninggal dalam usia 35 tahun. Hingga kini jenazahnya tetap utuh dan segar padahal tidak pernah dibalsam. (Info dari berbagai sumber).

Kok bisa ya… Mmmm….. banyak phenomena di dunia ini.

Pharaoh, La Doncella (Part 3)

In Total Artikel on Juni 9, 2008 at 7:22 pm

Ada banyak versi tentang mummi Pharaoh, saya sendiri sebetulnya bukan seorang ahli per-mummi-an, hanya rasa penasaran untuk membuka artikel-artikel demi memuaskan rasa ingin tahu. Beberapa sumber mengatakan bahwa Pharaoh adalah Tutankhamen, sementara ada yang mengatakan Seti, mana ya? Kalau benar Seti, maka yang keberapa? Apakah Seti I atau Seti II?

Sambil cari-cari info, ada satu mummi yang juga melegenda yaitu mummi “La doncella”, ditemukan tahun 1999 dalam kondisi beku di pegunungan Llullaillaco di ketinggian 6.700 m sebelah utara Argentina berbatasan dengan Peru. Dr. Johan Reinhard menyatakan bahwa La Doncella ditemukan dalam kondisi relatif utuh (meski masih kalah dibanding dengan mummi suster “Bernadette Soubirous” dari Lourdes), tubuh dan baju relatif komplit.

La Doncella adalah anak perempuan, usia 15 tahun yang dikorbankan dalam suatu upacara Suku Inca Peru, 500 th yang lalu (tahun 1438-1532). Keberadaan mummi ini hingga kini masih menjadi objek penelitian baik para archaeologist, ethnohistorist, maupun bioanthropologist.

Pharaoh, ke Paris Pakai Pasport (part 2)

In Total Artikel on Juni 5, 2008 at 3:32 pm

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejarah Mesir kuno berawal pada tahun 2995-2635 SM Dinasti Pertama dan Dinasti Kedua yaitu pada pemerintahan Menes atau disebut juga dengan Narmer, dan sejarah mesir kuno berakhir setelah pendudukan atas tanah Mesir dan sebagian besar wilayah Afrika Utara oleh Imperium Romawi di bawah Augustin-Justinian yaitu pada tahun 30 SM hingga abad ketujuh.

 

Tahun

Periode

Pemerintahan

2995-2635 SM

Dinasti ke-1 dan ke-2

Menes (Narmer)

2635-2570 SM

Dinasti ke-3

Djoser (Zoser), Imhotep (the Vizier)

2570-2450 SM

Dinasti ke-4

Snefru, Cheops (Khufu), Hetepheres, Chephren, Mycerinus, Shepseskaf

2450-2290 SM

Dynasti ke-5

Userkaf, Sahure

2290-2155 SM

Dynast ke-6

Pepi I, Pepi II

2155-2040 SM

Dinasti ke-7 – ke-10

First Intermediate Period

2134-1991 SM

Dinasti ke-11

Meket-Re, Mentuhotep I, Mentuhotep II, Mentuhotep III, Mentuhotep IV, Horuta

1991-1785 SM

Dinasti ke-12

Amenemhet I, Sesostris I, Amenemhet II, Sesostris II, Sesostris III, Amenemhet III (Ammenemes III), Ammenemes IV, Aty, Princess Senebtisi

1785-1650 SM

Dinasti ke-13 – ke-15

Second Intermediate Period

1650-1554 SM

Dinasti ke-16

Hyksos, Domination from Lower Egypt

1650-1554 SM

Dinasti ke-17

Kamose, Seqenenre II (Upper Egypt)

1554-1305 SM

Dinasti ke-18

Ahmose (Amosis I), Amenhotep I (Amenophis I), Tuthmosis I, Tuthmosis II, Hatshepsut, Tuthmosis III, Amenhotep II, Tuthmosis IV, Amenhotep III, Amenhotep IV, Semenkare
Tutankhamen, Queen, Ankhesenamun, Ay, Horemhab

1305-1196 SM

Dinasti ke-19

Rameses I, Seti I, Rameses II
Lord Ameni, Merenptah, Seti II, Siptah

1196-1080 SM

Dinasti ke-20

Rameses III, Pawar, Rameses IV, Rameses V, Rameses VI
Rameses VII-IX

1080-946 SM

Dinasti ke-21

High Priestess Makare, Count Pa-seba-khai-en-ipet

946-525 SM

Dinasti ke-22 – ke 26

 

525-404 SM

Dinasti ke-27

Persian Domination Herodotus

404-342 SM

Dinasti ke-28 – 30

 

323-30 SM

Ptolemaic

Alexander the Great, Ptolemy I-XII, Cleopatra I-VII

30 SM-Abad ke 7

Roman

Augustin-Justinian

 

Ada kejadian yang unik yaitu mumi Remeses II yang pernah berkuasa pada tahun 1305-1196 SM pada periode Dinanti ke-19 yang meningal saat umur 90 tahun dan konon memiliki jumlah anak 100. Pada tahun 1974, para Egyptologist dari Museum Cairo menerbangkan Remeses II ke Paris untuk menjalani pemeriksaan medis. Proses kepergian Remeses II ke Perancis tidak hanya asal berangkat dan naik pesawat, karena meskipun mumi tetap harus memakai pasport. Di dalam pasport tersebut ditulis bahwa Profesi mumi Remeses II adalah “King” alias Raja.

 

Wah… pasti pesawatnya juga kelas VIP yang komplit dengan tempat tidur, bioskop untuk memutar film, anggur Perancis, dan ditemani para peragawati (noni-noni paris) yang cantik-cantik. He..he..he…