<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Politikus = Kumpulan Tikus</title>
	<atom:link href="http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/</link>
	<description>skripsi tesis disertasi olah data laporan pemikiran dan perenungan, penelitian, laporanpenelitian, laporan penelitian, wordpress, lapen, www, co.cc, com, google, yahoo, msn</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2009 11:41:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: samsudin</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-689</link>
		<dc:creator>samsudin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 11:32:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-689</guid>
		<description>kalau menurut saya pribadi, politikus itu adalah orang yang paling tidak berjasa bagi negara.

bahkan, 

seorang pemulung

lebih berjasa kepada negara 

dibandingkan

politikus....semua politikus di Indonesia...tak terkecuali...

semua.....jangan merasa innocent...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau menurut saya pribadi, politikus itu adalah orang yang paling tidak berjasa bagi negara.</p>
<p>bahkan, </p>
<p>seorang pemulung</p>
<p>lebih berjasa kepada negara </p>
<p>dibandingkan</p>
<p>politikus&#8230;.semua politikus di Indonesia&#8230;tak terkecuali&#8230;</p>
<p>semua&#8230;..jangan merasa innocent&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aliefte</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-534</link>
		<dc:creator>aliefte</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 17:24:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-534</guid>
		<description>Setuju 100%..:D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju 100%..:D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-509</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 02:39:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-509</guid>
		<description>@ Pakarpangan
Iya pak, pilihlah yang bersih, peduli, dan profesional.

@ Utchanovsky
Betul pak, kata pro-rakyat itu bergema sewaktu masa kampanye. Kata rakyat selalu menjadi dewa ketika mendapatkan simpati kepada calon pemilih. Tetapi setelah terpilih, akh... boro-boro, mikir, lebih banyak mengamankan posisi dan memperkuat partai. Nah golput makin banyak karena masyarakat sudah apatis dengan janji-janji muluk.

@ Abdee
Wakakak, yang tidak terima para tikus, gak mau disamakan dengan para politikus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Pakarpangan<br />
Iya pak, pilihlah yang bersih, peduli, dan profesional.</p>
<p>@ Utchanovsky<br />
Betul pak, kata pro-rakyat itu bergema sewaktu masa kampanye. Kata rakyat selalu menjadi dewa ketika mendapatkan simpati kepada calon pemilih. Tetapi setelah terpilih, akh&#8230; boro-boro, mikir, lebih banyak mengamankan posisi dan memperkuat partai. Nah golput makin banyak karena masyarakat sudah apatis dengan janji-janji muluk.</p>
<p>@ Abdee<br />
Wakakak, yang tidak terima para tikus, gak mau disamakan dengan para politikus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abdee</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-504</link>
		<dc:creator>Abdee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 06:46:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-504</guid>
		<description>kasihan tikusnya..... disamain dengan politikus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasihan tikusnya&#8230;.. disamain dengan politikus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: utchanovsky</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-498</link>
		<dc:creator>utchanovsky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 02:51:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-498</guid>
		<description>Salah satu alasan kenapa jumlah golput makin ke sini semakin banyak.

Sepertinya kata prorakyat cuma ada di bibir saja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu alasan kenapa jumlah golput makin ke sini semakin banyak.</p>
<p>Sepertinya kata prorakyat cuma ada di bibir saja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pakarpangan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-497</link>
		<dc:creator>pakarpangan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 16:19:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-497</guid>
		<description>Replay.. dari blog Ku.
Salam Berigin Merah…
BERANI BERSATU untuk indonesia..

Untuk menyikapi penomena2 tersubt solusinya:
1. Masyarakat Harus Bersatu.
2. Masyarakat Harus Tau Tentang Kebijakan2 yang di ambil Oleh Anggota Dewan..(berikan pembelajaran politik terhadap keluarga dan lingkungan kita)
3. Masyarakat Harus Jeli Memilih.. Anggota Dewan dari segala hal.
4. Masyarakat jangan menerima sumbangan atau apapun dari Caleg.
5. Jika rakyat bersatu di satu daerah Pemilihan.. Buat Kontrak Politik atau perjajian atau apupun Bentuknya jika ia terpilih.. siap memperjuangkan aspirasi rakyat.
6. jika tidak......inilah yang paling inti Yaitu Jika rakyat Bersatu jangkan Anggota Dewan Penjajah pun akan Lengser dari Bumi Indonesia..

Karena Tidak Ada obat yang paling Mujarab untuk hal itu selain Kebersamaan Dari Kita seluruh Rakyat.. Indonesia
(ingat… KEKUASAAN DI TANGAN RAKYAT) sesuai amanat para pejuang Kita yang tertuang dalam UUD 1945.

trims
Pakar Oke</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Replay.. dari blog Ku.<br />
Salam Berigin Merah…<br />
BERANI BERSATU untuk indonesia..</p>
<p>Untuk menyikapi penomena2 tersubt solusinya:<br />
1. Masyarakat Harus Bersatu.<br />
2. Masyarakat Harus Tau Tentang Kebijakan2 yang di ambil Oleh Anggota Dewan..(berikan pembelajaran politik terhadap keluarga dan lingkungan kita)<br />
3. Masyarakat Harus Jeli Memilih.. Anggota Dewan dari segala hal.<br />
4. Masyarakat jangan menerima sumbangan atau apapun dari Caleg.<br />
5. Jika rakyat bersatu di satu daerah Pemilihan.. Buat Kontrak Politik atau perjajian atau apupun Bentuknya jika ia terpilih.. siap memperjuangkan aspirasi rakyat.<br />
6. jika tidak&#8230;&#8230;inilah yang paling inti Yaitu Jika rakyat Bersatu jangkan Anggota Dewan Penjajah pun akan Lengser dari Bumi Indonesia..</p>
<p>Karena Tidak Ada obat yang paling Mujarab untuk hal itu selain Kebersamaan Dari Kita seluruh Rakyat.. Indonesia<br />
(ingat… KEKUASAAN DI TANGAN RAKYAT) sesuai amanat para pejuang Kita yang tertuang dalam UUD 1945.</p>
<p>trims<br />
Pakar Oke</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-489</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 08:26:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-489</guid>
		<description>@ Harjo
Karena itu mereka butuh sponsor, hutang duit balas jasa, ini yang mengakibatkan adanya bias dalam kebijakan publik, bukan untuk kepentingan publik tapi untuk kepentingan sponsor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Harjo<br />
Karena itu mereka butuh sponsor, hutang duit balas jasa, ini yang mengakibatkan adanya bias dalam kebijakan publik, bukan untuk kepentingan publik tapi untuk kepentingan sponsor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Harjo</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-486</link>
		<dc:creator>Harjo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 01:44:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-486</guid>
		<description>Kan cuma 5 tahun aja jadi anggota DPR, kapan lagi kalau enggak jadi tikus  he he he...
Tetapi kembali kepada mental wakil rakyat itu.
Tetapi bagaimana mentalnya bagus, kalau untuk menjadi wakil saja perlu modal yang tidak sedikit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kan cuma 5 tahun aja jadi anggota DPR, kapan lagi kalau enggak jadi tikus  he he he&#8230;<br />
Tetapi kembali kepada mental wakil rakyat itu.<br />
Tetapi bagaimana mentalnya bagus, kalau untuk menjadi wakil saja perlu modal yang tidak sedikit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-470</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 23:58:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-470</guid>
		<description>@ Pakarpangan
Iya pak, memang tidak kasat mata, namun jika kita cermat, sangat mencolok sekali. Sungguh di dalam lingkungan tersebut bertebaran uang-uang panas yang berakibat pada kebijakan justru menjauhkan cita-cita dan suara rakyat. Memang sulit untuk menghindar dari godaan, semakin empuk kursi, semakin nyaman duduk. Namun tindakan mengingkari kehendak rakyat tetaplah pidana, harus ditindak, karena kalau tetap saja dibiarkan akan muncul kebijakan-kebijakan yang bersifat spam dan malware, inilah yang memperpanjang keterpurukan bangsa ini. Terima kasih pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Pakarpangan<br />
Iya pak, memang tidak kasat mata, namun jika kita cermat, sangat mencolok sekali. Sungguh di dalam lingkungan tersebut bertebaran uang-uang panas yang berakibat pada kebijakan justru menjauhkan cita-cita dan suara rakyat. Memang sulit untuk menghindar dari godaan, semakin empuk kursi, semakin nyaman duduk. Namun tindakan mengingkari kehendak rakyat tetaplah pidana, harus ditindak, karena kalau tetap saja dibiarkan akan muncul kebijakan-kebijakan yang bersifat spam dan malware, inilah yang memperpanjang keterpurukan bangsa ini. Terima kasih pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pakarpangan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-469</link>
		<dc:creator>pakarpangan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 16:55:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-469</guid>
		<description>Salam Beringin Merah..
Berani Bersatu untuk Indonesia..

saya setuju..dengan.. saudara2.. dan kita jangan anggap politikus merupakan jabatan .. karena jika kita anggap merupakan jabatan maka rusaklah negara ini .

saya selaku bloger... (yang memiliki Idialisme yang sama Dengan Saudara-saudara) lagi mencoba untuk masuk dalam areal tersebut.... tapi ternyata emang benar bahwa dunia tersebut sungguh luar biasa penuh dengan kebohongan... dan kenistaan...

untuk itu saya mohon saudara-saudara memberikan komentar di blog saya biar-calon-calon yang katanya membawa aspirasi rakyat mendapat masukan dari kita para bloger yang memiliki kesaam visi-misi
trim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Beringin Merah..<br />
Berani Bersatu untuk Indonesia..</p>
<p>saya setuju..dengan.. saudara2.. dan kita jangan anggap politikus merupakan jabatan .. karena jika kita anggap merupakan jabatan maka rusaklah negara ini .</p>
<p>saya selaku bloger&#8230; (yang memiliki Idialisme yang sama Dengan Saudara-saudara) lagi mencoba untuk masuk dalam areal tersebut&#8230;. tapi ternyata emang benar bahwa dunia tersebut sungguh luar biasa penuh dengan kebohongan&#8230; dan kenistaan&#8230;</p>
<p>untuk itu saya mohon saudara-saudara memberikan komentar di blog saya biar-calon-calon yang katanya membawa aspirasi rakyat mendapat masukan dari kita para bloger yang memiliki kesaam visi-misi<br />
trim</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-461</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:30:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-461</guid>
		<description>@ Torasham

*Menjelang penutupan sidang pleno DPR* --- ) Action!!

Kenapa saudara torasham tidak setuju? Bukankah sudah diputuskan pada sidang antar fraksi, bahwa setiap anggota mendapatkan masing-masing 50jt untuk setiap persetujuan pasal.

Wakakakak

@ Denny
Berdasarkan penelitian di 5 benua menunjukkan bahwa tunjangan berkorelasi positif terhadap poligami. wakakak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Torasham</p>
<p>*Menjelang penutupan sidang pleno DPR* &#8212; ) Action!!</p>
<p>Kenapa saudara torasham tidak setuju? Bukankah sudah diputuskan pada sidang antar fraksi, bahwa setiap anggota mendapatkan masing-masing 50jt untuk setiap persetujuan pasal.</p>
<p>Wakakakak</p>
<p>@ Denny<br />
Berdasarkan penelitian di 5 benua menunjukkan bahwa tunjangan berkorelasi positif terhadap poligami. wakakak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Denny Eko Prasetyo</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-458</link>
		<dc:creator>Denny Eko Prasetyo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 19:35:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-458</guid>
		<description>politikus ada hubungannya sama poligami gak yah? ehehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>politikus ada hubungannya sama poligami gak yah? ehehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: torasham</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-452</link>
		<dc:creator>torasham</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 10:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-452</guid>
		<description>saya TIDAK SETUJU............!!!



selama ini kita belum pernah minta pendapat dengan TIKUS yg asli.........

mau gak mereka disamakan dg orang-orang macam itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya TIDAK SETUJU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!</p>
<p>selama ini kita belum pernah minta pendapat dengan TIKUS yg asli&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>mau gak mereka disamakan dg orang-orang macam itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-445</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 03:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-445</guid>
		<description>@ Ersis
Iya pak, Polikus berasal dari kata Poli dan Tikus

@ Jane
Poli-Gami, jadi banyak gami, eh apa ya artinya gami?

@ Jenderal
Kalau di komputer namanya spam. Harapannya begitu, namun banyak yang tidak berhati emas, tapi suka mengumpulkan emas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ersis<br />
Iya pak, Polikus berasal dari kata Poli dan Tikus</p>
<p>@ Jane<br />
Poli-Gami, jadi banyak gami, eh apa ya artinya gami?</p>
<p>@ Jenderal<br />
Kalau di komputer namanya spam. Harapannya begitu, namun banyak yang tidak berhati emas, tapi suka mengumpulkan emas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jenderal</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-444</link>
		<dc:creator>jenderal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 00:27:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-444</guid>
		<description>politikus = kumpulan tikus

kayaknya binatang pengerat ini memang tukang merusak barang ya....
disawah dia merusak padi...
dirumah dia merusak barang2 dan mencuri makanan...


tikus ada yang baek gk sih....??
(tetap berharap ada politikus yang berhati emas)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>politikus = kumpulan tikus</p>
<p>kayaknya binatang pengerat ini memang tukang merusak barang ya&#8230;.<br />
disawah dia merusak padi&#8230;<br />
dirumah dia merusak barang2 dan mencuri makanan&#8230;</p>
<p>tikus ada yang baek gk sih&#8230;.??<br />
(tetap berharap ada politikus yang berhati emas)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jane</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-443</link>
		<dc:creator>Jane</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 17:09:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-443</guid>
		<description>:lol: huehhe.. teringat segalanya yang depannya poli.. kalo poligami tuh gimana dunk.. poli-gami.. gaminya apah? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  huehhe.. teringat segalanya yang depannya poli.. kalo poligami tuh gimana dunk.. poli-gami.. gaminya apah? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ersis Warmansyah Abbas</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-441</link>
		<dc:creator>Ersis Warmansyah Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:52:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-441</guid>
		<description>Serem deh judulnya. Analisisnya Ok punya bo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Serem deh judulnya. Analisisnya Ok punya bo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-440</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 00:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-440</guid>
		<description>@ Septy
Setujuh mbak!

@ Achmad
Inilah pak yg memprihatinkan

@ Mahma
Iya pak

@ Achoey
Setuju pak, harus bersih, peduli, dan profesional.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Septy<br />
Setujuh mbak!</p>
<p>@ Achmad<br />
Inilah pak yg memprihatinkan</p>
<p>@ Mahma<br />
Iya pak</p>
<p>@ Achoey<br />
Setuju pak, harus bersih, peduli, dan profesional.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: achoey sang khilaf</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-436</link>
		<dc:creator>achoey sang khilaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 10:00:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-436</guid>
		<description>aku pilih politikus bersih, peduli dan profesional aja deh :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku pilih politikus bersih, peduli dan profesional aja deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mahma mahendra</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-435</link>
		<dc:creator>mahma mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 08:05:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-435</guid>
		<description>hahaha... .

bener juga tuh... .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230; .</p>
<p>bener juga tuh&#8230; .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Achmad Sholeh</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-434</link>
		<dc:creator>Achmad Sholeh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 05:09:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-434</guid>
		<description>Politikus kita sebagian besar masuk pada kategori 3, mana mungkin bisa membawa aspirasi kita, paling2 juga membawa aspirasi perutnya, kempoknya, kroninya dll</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Politikus kita sebagian besar masuk pada kategori 3, mana mungkin bisa membawa aspirasi kita, paling2 juga membawa aspirasi perutnya, kempoknya, kroninya dll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: septy</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-433</link>
		<dc:creator>septy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 05:04:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-433</guid>
		<description>Ga dong politik.. Setujuh! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ga dong politik.. Setujuh! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-432</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 21:43:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-432</guid>
		<description>@ Aze
Politikus yang baik (bener-bener berjiwa mulia) pasti ada, nah apa yg terjadi di masyarakat sudah terlanjur buruk.

@ Panda
Kita doakan agar slank tidak ikut2an tergiur jadi politikus.

@ Kapanpun
Kadang seperti itu pak, malah banyak yang terbalik, rapat kebijakan minimal, eh nyari-nyari sabetan yg maksimal.

@ Heddy
Rat race, ya pak

@ Pakarpangan
Betul pak, sebenarnya visi profesi politikus adalah mulia, karena ilmu politik adalah suatu ilmu tentang kebijakan, begitu pula dengan partai, sistem untuk penampungan aspirasi rakyat dalam demokrasi. Nah yg terjadi di dalam implementasinya visi tersebut berubah arah yaitu untuk menampung kekayaan dan memperkaya politikus, efeknya malah mengsensarakan rakyat. Terus terang pak, di era reformasi ini, baru ada satu kebijakan kongkrit yg pro rakyat, yaitu keluarnya UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ini di era Megawati. UU tersebut adalah kebijakan yg pro buruh. Eh malah sekarang santer mau direvisi oleh Jusuf Kalla, katanya membuat investor lari. Nah kok lebih malah membela investor dari pada membela rakyat sendiri, yang bener aja deh. Semoga untuk ke depan dan ini juga mungkin inspirasi para bloger, agar hal itu jangan terulang, jangan sampai kebijakan seperti UU 13 th 2003 tsb direvisi. Kalau bisa kebijakan yang pro rakyat semakin diperbanyak. Terima kasih telah berkunjung ke sini pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Aze<br />
Politikus yang baik (bener-bener berjiwa mulia) pasti ada, nah apa yg terjadi di masyarakat sudah terlanjur buruk.</p>
<p>@ Panda<br />
Kita doakan agar slank tidak ikut2an tergiur jadi politikus.</p>
<p>@ Kapanpun<br />
Kadang seperti itu pak, malah banyak yang terbalik, rapat kebijakan minimal, eh nyari-nyari sabetan yg maksimal.</p>
<p>@ Heddy<br />
Rat race, ya pak</p>
<p>@ Pakarpangan<br />
Betul pak, sebenarnya visi profesi politikus adalah mulia, karena ilmu politik adalah suatu ilmu tentang kebijakan, begitu pula dengan partai, sistem untuk penampungan aspirasi rakyat dalam demokrasi. Nah yg terjadi di dalam implementasinya visi tersebut berubah arah yaitu untuk menampung kekayaan dan memperkaya politikus, efeknya malah mengsensarakan rakyat. Terus terang pak, di era reformasi ini, baru ada satu kebijakan kongkrit yg pro rakyat, yaitu keluarnya UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ini di era Megawati. UU tersebut adalah kebijakan yg pro buruh. Eh malah sekarang santer mau direvisi oleh Jusuf Kalla, katanya membuat investor lari. Nah kok lebih malah membela investor dari pada membela rakyat sendiri, yang bener aja deh. Semoga untuk ke depan dan ini juga mungkin inspirasi para bloger, agar hal itu jangan terulang, jangan sampai kebijakan seperti UU 13 th 2003 tsb direvisi. Kalau bisa kebijakan yang pro rakyat semakin diperbanyak. Terima kasih telah berkunjung ke sini pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pakarpangan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-430</link>
		<dc:creator>pakarpangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 19:02:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-430</guid>
		<description>Salam Beringin merah..!
Berani bersatu untuk Indonesia...

Bicara soal politik dan politikus harus didasari dengan suatu ilmu.... memang era sekarang akibat menurunnya nilai-nilai idialisme kebangsaan kita. terjadilah analogi politikus =Tikus..

nah sekarang sudah saatnya bagi saudara-saudara  sebangsa yang mempunyai suatu konsep untuk merubah paradigma perpolitikan ditanah air... mari  bersatu bersama kita berjuangan ... sekarang sudah tidak zamannya teriak di luar pagar gedung.... coba kita masuk gedung kita bawa aspirasi masyarakat...

sekarang timbulnya politikus2 yang tanpa Ilmu tapi Modal Duit... akibat kesalahan rakyat memilih pemimpin.. karena rakyat akan memilih jika di kasih duit... tapi tidak memikirkan akibatnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Beringin merah..!<br />
Berani bersatu untuk Indonesia&#8230;</p>
<p>Bicara soal politik dan politikus harus didasari dengan suatu ilmu&#8230;. memang era sekarang akibat menurunnya nilai-nilai idialisme kebangsaan kita. terjadilah analogi politikus =Tikus..</p>
<p>nah sekarang sudah saatnya bagi saudara-saudara  sebangsa yang mempunyai suatu konsep untuk merubah paradigma perpolitikan ditanah air&#8230; mari  bersatu bersama kita berjuangan &#8230; sekarang sudah tidak zamannya teriak di luar pagar gedung&#8230;. coba kita masuk gedung kita bawa aspirasi masyarakat&#8230;</p>
<p>sekarang timbulnya politikus2 yang tanpa Ilmu tapi Modal Duit&#8230; akibat kesalahan rakyat memilih pemimpin.. karena rakyat akan memilih jika di kasih duit&#8230; tapi tidak memikirkan akibatnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: heddy</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-429</link>
		<dc:creator>heddy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 17:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-429</guid>
		<description>pool lie tikus..nah itu dia artinya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pool lie tikus..nah itu dia artinya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kapanpun</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-428</link>
		<dc:creator>kapanpun</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 15:50:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-428</guid>
		<description>politikus ya politik yang sifatnya mirip dengan tikus suka berdasi layaknya manusia namun bangsat seperti binatang (politikus dalam tanda kutip) kalo poly job gimana ya politikus yang punya kerja sambilan

sambilannya ya koruptor

hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>politikus ya politik yang sifatnya mirip dengan tikus suka berdasi layaknya manusia namun bangsat seperti binatang (politikus dalam tanda kutip) kalo poly job gimana ya politikus yang punya kerja sambilan</p>
<p>sambilannya ya koruptor</p>
<p>hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Panda</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-426</link>
		<dc:creator>Panda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:24:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-426</guid>
		<description>kata slank :

Fuckin Politix don&#039;t like the Etiks
Fuckin Politix don&#039;t like the Etiks
Fuckin Politik, politikus, tikus mampus
Fuckin Politik sitikus takut sama si pus !

album virus, 2000</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kata slank :</p>
<p>Fuckin Politix don&#8217;t like the Etiks<br />
Fuckin Politix don&#8217;t like the Etiks<br />
Fuckin Politik, politikus, tikus mampus<br />
Fuckin Politik sitikus takut sama si pus !</p>
<p>album virus, 2000</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aze---</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-425</link>
		<dc:creator>aze---</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:01:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-425</guid>
		<description>memang kayak gitu, politikus itu gak lebih hanya sekedar tikus yang gak mo ngejalanin tugasnya sebagaimana mestinya..... tergantung juga sih, ada juga *mungkin* yang jujur, tapi yah, berapa banding berapa gitu......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang kayak gitu, politikus itu gak lebih hanya sekedar tikus yang gak mo ngejalanin tugasnya sebagaimana mestinya&#8230;.. tergantung juga sih, ada juga *mungkin* yang jujur, tapi yah, berapa banding berapa gitu&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-424</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:36:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-424</guid>
		<description>@ Herianto
Betul pak, kata kritik itu seharusnya diterima sebagai bahan untuk menjadi lebih baik, yaitu kritik membangun, terima kasih pak, atas masukannya, siap akan langsung meluncur ke blog bapak. Jangan khawatir pak, komentar bapak tidak akan saya jadikan postingan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Herianto<br />
Betul pak, kata kritik itu seharusnya diterima sebagai bahan untuk menjadi lebih baik, yaitu kritik membangun, terima kasih pak, atas masukannya, siap akan langsung meluncur ke blog bapak. Jangan khawatir pak, komentar bapak tidak akan saya jadikan postingan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Herianto</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-423</link>
		<dc:creator>Herianto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:31:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-423</guid>
		<description>Kalo saya membacanya kadang jadi begini : politik itu mirip kritik, setidak2nya sama-sama ada kata &#039;tik&#039; nya. Bahkan bisa sama-sama ada kata &#039;itik&#039; nya. Itik .... ??? 
Tidak semua kritik itu baik seperti halnya tidak semua aksi politik itu menyenangkan.........

Mmm...,
Eh, ketimbang komentar saya jadi postingan di sini, mending saya beri link nya di sini :

http://herianto.wordpress.com/2008/07/16/analogi-politik-kritik/

:mrgreen:   ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo saya membacanya kadang jadi begini : politik itu mirip kritik, setidak2nya sama-sama ada kata &#8216;tik&#8217; nya. Bahkan bisa sama-sama ada kata &#8216;itik&#8217; nya. Itik &#8230;. ???<br />
Tidak semua kritik itu baik seperti halnya tidak semua aksi politik itu menyenangkan&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Mmm&#8230;,<br />
Eh, ketimbang komentar saya jadi postingan di sini, mending saya beri link nya di sini :</p>
<p><a href="http://herianto.wordpress.com/2008/07/16/analogi-politik-kritik/" rel="nofollow">http://herianto.wordpress.com/2008/07/16/analogi-politik-kritik/</a></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />    <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-422</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:05:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-422</guid>
		<description>@ Dee
Iya mbak gedung yang megah itu adalah lahan yang empuk untuk menjangkul. Berarti kalau dipersenkan: 0,0000001% wakakak.... !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Dee<br />
Iya mbak gedung yang megah itu adalah lahan yang empuk untuk menjangkul. Berarti kalau dipersenkan: 0,0000001% wakakak&#8230;. !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-420</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:31:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-420</guid>
		<description>Tapi di AS juga ada loh yang artis, itu presiden Ronald Reagan dia kan artis.... juga si Arnold Schwarzenegger yang jadi gubernur California, tapi yang jelas jadi politik pasti harus keluar modal juga minimal buat sekolah dan buku, itu kalo menurut apa yang anda katakan bahwa orang politik harus pandai ilmu politik! Wakakakak..... :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi di AS juga ada loh yang artis, itu presiden Ronald Reagan dia kan artis&#8230;. juga si Arnold Schwarzenegger yang jadi gubernur California, tapi yang jelas jadi politik pasti harus keluar modal juga minimal buat sekolah dan buku, itu kalo menurut apa yang anda katakan bahwa orang politik harus pandai ilmu politik! Wakakakak&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dee</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-419</link>
		<dc:creator>dee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:17:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-419</guid>
		<description>sepertinya politikus bs dianalogikan dgn tikus. krn suka ngerumuni tempat yg banyak kue2 manisnya (lahan basah). tp ga smua politikus busuk kaya kesturi kali ya. sapa tau ada 1:1.000.000.000 yang berhati nurani</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepertinya politikus bs dianalogikan dgn tikus. krn suka ngerumuni tempat yg banyak kue2 manisnya (lahan basah). tp ga smua politikus busuk kaya kesturi kali ya. sapa tau ada 1:1.000.000.000 yang berhati nurani</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-418</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:42:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-418</guid>
		<description>@ Yari NK
Kalau begitu perlu dikongkritkan bahwa terjun ke dunia politik (politikus) membutuhkan modal, diantara sbb:
1) Modal ilmu politik dan organisasi, contohnya dosen, praktisi, aktivis, dsb.
2) Modal duit, contohnya pengusaha
3) Modal tenar, contohnya artis
4) Modal keturunan, contohnya bapaknya politikus.
Keempat modal ini menjadi kekuatan untuk menjalin koneksi. Nah yang paling beresiko menjadi politikus *tikus* adalah yang bermodal duit itu, kan hukum ekonomi, keluar duit harus balik duit. Inilah yang digeneralisasi tetangga saya itu wakakak ....!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Yari NK<br />
Kalau begitu perlu dikongkritkan bahwa terjun ke dunia politik (politikus) membutuhkan modal, diantara sbb:<br />
1) Modal ilmu politik dan organisasi, contohnya dosen, praktisi, aktivis, dsb.<br />
2) Modal duit, contohnya pengusaha<br />
3) Modal tenar, contohnya artis<br />
4) Modal keturunan, contohnya bapaknya politikus.<br />
Keempat modal ini menjadi kekuatan untuk menjalin koneksi. Nah yang paling beresiko menjadi politikus *tikus* adalah yang bermodal duit itu, kan hukum ekonomi, keluar duit harus balik duit. Inilah yang digeneralisasi tetangga saya itu wakakak &#8230;.!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-417</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:16:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-417</guid>
		<description>Ralat sedikit:

Di atas tertulis:

&quot;Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus atau tidak memerlukan modal,.....&quot;

seharusnya:

&quot;Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus memerlukan modal atau tidak,.....&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ralat sedikit:</p>
<p>Di atas tertulis:</p>
<p>&#8220;Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus atau tidak memerlukan modal,&#8230;..&#8221;</p>
<p>seharusnya:</p>
<p>&#8220;Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus memerlukan modal atau tidak,&#8230;..&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-416</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:14:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-416</guid>
		<description>Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus atau tidak memerlukan modal, sepertinya itu mencakup jabatannya bukan mencakup kapasitasnya sebagai politikus. Andaikan ia mau menjadi presiden, tentu harus ada modal banyak untuk berkampanye, entah dari duit sendiri, duit partai ataupun daripada simpatisan. Itu juga terjadi di negara maju seperti di AS yang tengah gencar2nya menghadapi pemilu presiden. Sementara kalau hanya jadi dosen ilmu politik ya tentu saja tidak perlu modal yang banyak....

Tetapi kalau anda mengatakan bahwa jikalau menjadi politikus perlu menguasai ilmu politik, itu berarti jelas menjadi politikus membutuhkan modal, minimal untuk sekolah dan membeli buku2 politik !! Wakakakakak...... :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau bertanya apakah untuk menjadi politikus atau tidak memerlukan modal, sepertinya itu mencakup jabatannya bukan mencakup kapasitasnya sebagai politikus. Andaikan ia mau menjadi presiden, tentu harus ada modal banyak untuk berkampanye, entah dari duit sendiri, duit partai ataupun daripada simpatisan. Itu juga terjadi di negara maju seperti di AS yang tengah gencar2nya menghadapi pemilu presiden. Sementara kalau hanya jadi dosen ilmu politik ya tentu saja tidak perlu modal yang banyak&#8230;.</p>
<p>Tetapi kalau anda mengatakan bahwa jikalau menjadi politikus perlu menguasai ilmu politik, itu berarti jelas menjadi politikus membutuhkan modal, minimal untuk sekolah dan membeli buku2 politik !! Wakakakakak&#8230;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-415</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 05:03:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-415</guid>
		<description>@ Yari NK
Di negara-negara maju, politikus sudah pasti harus menguasai ilmu politik pak, sebab kinerja diukur dari sejauhmana kebijakan politik yang dihasilkan. Ini berkaitan dengan lagi-lagi SDM. Nah pertanyaan yg juga mengelitik yaitu apakah menjadi politikus butuh modal, contoh, tidak punya pengalaman, hanya modal tenar doang seperti artis jadi gubernur atau pengusaha yg berduit jadi ketua partai, ilmu politik dan pengalaman pas-pasan tapi bermodal duit.

@ Gelandangan
Kecenderungan seperti itu, hukum ekonomi, keluar modal maka harus balik modal. Banyak dibicarakan, salah satu partai mungkin juga bisa sebagian besar, bahwa anggota DPR/DPRD, menteri, gubernur, bupati, dsb itu tidak pernah menerima gaji, sebab seluruh gaji di setor pada induk partai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Yari NK<br />
Di negara-negara maju, politikus sudah pasti harus menguasai ilmu politik pak, sebab kinerja diukur dari sejauhmana kebijakan politik yang dihasilkan. Ini berkaitan dengan lagi-lagi SDM. Nah pertanyaan yg juga mengelitik yaitu apakah menjadi politikus butuh modal, contoh, tidak punya pengalaman, hanya modal tenar doang seperti artis jadi gubernur atau pengusaha yg berduit jadi ketua partai, ilmu politik dan pengalaman pas-pasan tapi bermodal duit.</p>
<p>@ Gelandangan<br />
Kecenderungan seperti itu, hukum ekonomi, keluar modal maka harus balik modal. Banyak dibicarakan, salah satu partai mungkin juga bisa sebagian besar, bahwa anggota DPR/DPRD, menteri, gubernur, bupati, dsb itu tidak pernah menerima gaji, sebab seluruh gaji di setor pada induk partai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gelandangan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-414</link>
		<dc:creator>Gelandangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:58:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-414</guid>
		<description>sebenarnya awal perubahan bagusnya kita rubah dari awal mereka masuk 

jangan lagi ada uang2 kampaye - jadi mereka enggak mikir balikin uang mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya awal perubahan bagusnya kita rubah dari awal mereka masuk </p>
<p>jangan lagi ada uang2 kampaye &#8211; jadi mereka enggak mikir balikin uang mereka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-413</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:49:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-413</guid>
		<description>Sekarang pertanyaannya adalah..... apakah yang perlu dipersalahkan adalah &quot;ilmu politik&quot;nya?? Atau...... apakah tak ada hubungannya antara &quot;ilmu politik&quot; dengan politikus2 yang kita kenal selama ini?? Dan pertanyaan saya yang paling menggelitik adalah &quot;apakah untuk menjadi politikus masih perlu belajar ilmu politik&quot; ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang pertanyaannya adalah&#8230;.. apakah yang perlu dipersalahkan adalah &#8220;ilmu politik&#8221;nya?? Atau&#8230;&#8230; apakah tak ada hubungannya antara &#8220;ilmu politik&#8221; dengan politikus2 yang kita kenal selama ini?? Dan pertanyaan saya yang paling menggelitik adalah &#8220;apakah untuk menjadi politikus masih perlu belajar ilmu politik&#8221; ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Laporan</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-412</link>
		<dc:creator>Laporan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-412</guid>
		<description>@ Ulan
Tetangga saya itu kebetulan jualan nasi pecel, jadi punya banyak terasi, maka betul kalau ada tikus datang, wakakak

@ Arul
Kalau bisa mempan pak arul.

@ Daaan
Inilah jika masyarakat sudah bicara.

@ Yakhanu
Wah susah pak, gaji umr sebesar itu hanya cukup untuk beli pasta gigi, karena politikus kan sering gosok gigi, biar tidak bau mulut kalau pidato.

@ Kishandono
Betul pak, mereka seperti memang cuek aja.

@ Enpe
Namun meskipun tikus, beli jas+dasi ke luar negeri, saat studi banding ke eropa, amerika, jepang, dsb.

@ Iis Sugianti
Betul juga bu, sepertinya berteriak di ruang hampa, ngak mempan, meskipun setiap hari dikritik dan didemo. Terkesan wakil rakyat, eh.. malah menghindar kalau ketemu rakyat.

@ Daniel Mahendra
Betul mas, kadang saya yang munafik. Bagi saya, siapa pun klien saya, maka saya anggap baik, wakakak.

@ Sawali Tuhusetya
Wakakak, betul ock pak sawali, tetangga SMA saja gak lulus namun cerdas, saya baru tahu kosa kata politikus adalah POLI dan TIKUS. Kalau politikus kampanye berarti kampanye para tikus. wakakak.

@ Nita
Kalau dibuat kontinum mungkin seperti ini, politikus jenis ideologis itu beraliran ekstrim kiri dan ekstrim kanan, politikus pragmatis beraliran tengah. Nah jenis pelacur itu tidak punya kontinum. Jadi melayani siapa saja dengan syarat mampu membayar.

@ Imam Brotoseno
Iya pak, beda tipis di penulisan, namun juga beda tipis pada kenyataan.

@ Mang Kumlod
Ya mang

@ Rita
Iya bu, tapi sulit menampar tikus, larinya kenceng, diracun tikus pun tetep saja tumbuh seribu.

@ Eka
Wakakak, hewan kakus sangat menjijikkan mbak eka

@Shaleh
Awas, nti gigit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ulan<br />
Tetangga saya itu kebetulan jualan nasi pecel, jadi punya banyak terasi, maka betul kalau ada tikus datang, wakakak</p>
<p>@ Arul<br />
Kalau bisa mempan pak arul.</p>
<p>@ Daaan<br />
Inilah jika masyarakat sudah bicara.</p>
<p>@ Yakhanu<br />
Wah susah pak, gaji umr sebesar itu hanya cukup untuk beli pasta gigi, karena politikus kan sering gosok gigi, biar tidak bau mulut kalau pidato.</p>
<p>@ Kishandono<br />
Betul pak, mereka seperti memang cuek aja.</p>
<p>@ Enpe<br />
Namun meskipun tikus, beli jas+dasi ke luar negeri, saat studi banding ke eropa, amerika, jepang, dsb.</p>
<p>@ Iis Sugianti<br />
Betul juga bu, sepertinya berteriak di ruang hampa, ngak mempan, meskipun setiap hari dikritik dan didemo. Terkesan wakil rakyat, eh.. malah menghindar kalau ketemu rakyat.</p>
<p>@ Daniel Mahendra<br />
Betul mas, kadang saya yang munafik. Bagi saya, siapa pun klien saya, maka saya anggap baik, wakakak.</p>
<p>@ Sawali Tuhusetya<br />
Wakakak, betul ock pak sawali, tetangga SMA saja gak lulus namun cerdas, saya baru tahu kosa kata politikus adalah POLI dan TIKUS. Kalau politikus kampanye berarti kampanye para tikus. wakakak.</p>
<p>@ Nita<br />
Kalau dibuat kontinum mungkin seperti ini, politikus jenis ideologis itu beraliran ekstrim kiri dan ekstrim kanan, politikus pragmatis beraliran tengah. Nah jenis pelacur itu tidak punya kontinum. Jadi melayani siapa saja dengan syarat mampu membayar.</p>
<p>@ Imam Brotoseno<br />
Iya pak, beda tipis di penulisan, namun juga beda tipis pada kenyataan.</p>
<p>@ Mang Kumlod<br />
Ya mang</p>
<p>@ Rita<br />
Iya bu, tapi sulit menampar tikus, larinya kenceng, diracun tikus pun tetep saja tumbuh seribu.</p>
<p>@ Eka<br />
Wakakak, hewan kakus sangat menjijikkan mbak eka</p>
<p>@Shaleh<br />
Awas, nti gigit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SHALEH</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-411</link>
		<dc:creator>SHALEH</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:14:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-411</guid>
		<description>Tikus... takut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tikus&#8230; takut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Eka</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-409</link>
		<dc:creator>Eka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 03:01:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-409</guid>
		<description>tambahin tikus... masuk kakus.... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tambahin tikus&#8230; masuk kakus&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rita</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-408</link>
		<dc:creator>Rita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 23:58:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-408</guid>
		<description>Hihihih tamparan buat yg berada dalam kategori tikus...:D
Tetanggaku sio tikus loh pak (gak nyambung bagt sih) :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hihihih tamparan buat yg berada dalam kategori tikus&#8230;:D<br />
Tetanggaku sio tikus loh pak (gak nyambung bagt sih) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mang Kumlod</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-407</link>
		<dc:creator>Mang Kumlod</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:54:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-407</guid>
		<description>Tul...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tul&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iman Brotoseno</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-406</link>
		<dc:creator>iman Brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:50:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-406</guid>
		<description>ya benarlah :
politkus dan tikus hanya beda tipis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya benarlah :<br />
politkus dan tikus hanya beda tipis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nita</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-405</link>
		<dc:creator>nita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 13:34:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-405</guid>
		<description>si tetangga bener juga tuh. baru kepikiran skarang politikus itu sekumpulan tikus2. 

kalo di indonesia yg mendominasi kayaknya politikus pelacur yak...artinya: sekumpulan tikus2 yg doyan melacurkan diri...wakakakak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>si tetangga bener juga tuh. baru kepikiran skarang politikus itu sekumpulan tikus2. </p>
<p>kalo di indonesia yg mendominasi kayaknya politikus pelacur yak&#8230;artinya: sekumpulan tikus2 yg doyan melacurkan diri&#8230;wakakakak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-404</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 12:42:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-404</guid>
		<description>tetangga pak aryo itu kayaknya memang cerdas dan pintar bikin analogi. tikus itu binatang pengerat. wataknya rakus dan serakah. inginnya semua diembat. tak beda jauh dengan &quot;poli-tikus&quot;, kekekeke :grin:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tetangga pak aryo itu kayaknya memang cerdas dan pintar bikin analogi. tikus itu binatang pengerat. wataknya rakus dan serakah. inginnya semua diembat. tak beda jauh dengan &#8220;poli-tikus&#8221;, kekekeke <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-403</link>
		<dc:creator>Daniel Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 12:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-403</guid>
		<description>Lha? Tetangga Njenengan memang cerdas tenane. Dia mencoba jujur pada Njenengan. Hehehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lha? Tetangga Njenengan memang cerdas tenane. Dia mencoba jujur pada Njenengan. Hehehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Iis sugianti</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-402</link>
		<dc:creator>Iis sugianti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 11:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-402</guid>
		<description>hmm, sebenernya saya males ngebahas politik. Terlalu banyak generalisasinya. Tapi gmn lagi..Mungkin yang kita bahas, kita sindir, kita omongin, hanya yang nampak (istilahnya puncak gunung es). Sedangkan inti permasalahanya sendiri mungkin gak terbayang deh...nah, untuk mencairkannya, kita butuh orang2 sperti anda yang kritis..Orang di demo besar2an aja gak mempan, apalagi cuma nulis kek gini ya Mas...

Semangat terus..biasanya tulisan lebih bertahan lama daripada demo yang sesaat sifatnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm, sebenernya saya males ngebahas politik. Terlalu banyak generalisasinya. Tapi gmn lagi..Mungkin yang kita bahas, kita sindir, kita omongin, hanya yang nampak (istilahnya puncak gunung es). Sedangkan inti permasalahanya sendiri mungkin gak terbayang deh&#8230;nah, untuk mencairkannya, kita butuh orang2 sperti anda yang kritis..Orang di demo besar2an aja gak mempan, apalagi cuma nulis kek gini ya Mas&#8230;</p>
<p>Semangat terus..biasanya tulisan lebih bertahan lama daripada demo yang sesaat sifatnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eNPe</title>
		<link>http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/17/politikus-kumpulan-tikus/#comment-400</link>
		<dc:creator>eNPe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 11:19:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://laporanpenelitian.wordpress.com/?p=251#comment-400</guid>
		<description>huahahaha..setuju, pilitikus emang kumpulan tikus :P
tikus kepala hitam yang berdasi+jas :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huahahaha..setuju, pilitikus emang kumpulan tikus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
tikus kepala hitam yang berdasi+jas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
