Seminggu sekali pulang ke Jogja, tempat tinggal orang tua juga tempat dulu jalani masa kecil. Aktivitas ini berlangsung sejak tahun 1999, lebih suka menggunakan bis karena bisa sambil tidur atau baca-baca koran. Satu hal yang tidak pernah berubah hingga reformasi ini adalah begitu banyaknya ditemui anak jalanan, bahkan terlihat berusia di bawah tujuh tahun. Tanpa alas kaki mengamen, jualan koran, atau jadi copet kecil-kecilan. Padahal dunia tidak pernah berkata fakir miskin dan anak-anak terlantar tidak dipelihara oleh negara. Akh… anak jalanan tidur di jalanan.
www.lapen.co.cc
www.laporanpenelitian.co.cc
www.kesimpulan.co.cc


Itulah potret kemiskinan di negeri ini, ahh.. entah sampai kapan semoga perubahan semakin cepat terjadi agar kemiskinan dapat terkurangi… salam
ini bisa jadi bukti otentik *hiks* kalau amanat UUD’45 belum bisa sepenuhnya dijalankan secara konsisten dan konsekuen, pak aryo. ironis sekaligus tragis. banyak duwit dikemplang oleh para pencuri berkerah putih, tapi di sisi lain, banyak pemandangan memilukan. btw, saya jadi heran juga, pak, di mana2 kok pasti ada pemadangan yang memilukan seperti itu, ya?
ngeri.. aq belom pernah tidur dijalan, tapi kalu tidur dipelataran mall, sering, tuntutan kerjaan.. hiks, aq mestinya dipelihara negara juga ya…
Negeri yang miskin yang bisanya hanya membuat peraturan tapi tidak dipraktekan. “Untung” cuma tidur di pinggir jalan ga ditengah jalan. hehehe
semakin hari tampaknya semakin bertambah anak-anak seperti ini. bagaimana cara mengatasinya? saya sendiri masih bingung solusinya.
nambahi komen bang sawali :
kl yg ngemplang pejabat, paling diperiksa thok, tapi gak ada juntrungannya…
sidang dari temuan KPK banyak, tapi kemana hasil korupsi tsb gak ada yg mbahas….
konon anak2 ini juga dikoordinir oleh semacam sindikat yang menguasai anak2 tsb, terlebih lagi mereka yang telah dimasukan ke panti asuhan/yatim piatu oleh pemerintah setempat akan memilih keluar karena gak betah.. entah siapa yang salah..
Menyedihkan… tanpa bisa berbuat apa2
bagi pemerintah, fakir miskin tentunya cuma prioritas kesekian. bagi mereka, masih banyak pekerjaan yg lebih ‘penting’ dan ’substantif’ drpd cuma sekedar mengurus para gembel
btw depsos kemana ya?
*mikir2 agak lama*
di sini juga banyak homeless. mengais2 sampah mencari botol bekas. siapa sangka superpower kayak AS masih punya banyak gelandangan
potret indonesia broth..
ah! gak bisa komen aku,mas.
miris! bagaimana ini penguasa negeri ini!
Kalau saya pulang ke Semarang, sama juga. Memang sepertinya jumlah anak jalanan ini tambah banyak… Miris ya, sedangkan ada bermilyar (atau malah bertrilyun?) Rupiah digunakan untuk dana kampanye Pemilu…
-Mee-
dan yang menyedihkan adalah ini adalah taun wisata nya endonesa tapi kok hal2 seperti itu kurang mendapat perhatian…
Perlu koreksi dari semua fihak….. pemerintahnya perlu “dikoreksi”, rakyatnya sendiri juga perlu “dikoreksi”. Menurut saya pandangan banyak anak banyak rezeki sudah pasti harus dihilangkan dan program KB harus dijalankan lagi. Juga cara pandang masyarakat yang menggampangkan pernikahan (walaupun sebaiknya jangan dibuat sulit juga) walaupun penghasilan tidak tetap namun tetap nekad untuk menikah dan mempunyai anak, ini juga sebuah pandangan yang “nekad” dan sama sekali tidak bijaksana..
Mulai sekarang masyarakat kita harus berfikir tentang kualitas bangsa bukan hanya sekedar ‘berfikir’ tentang kuantitas bangsa yang pada akhirnya hanya justru “menjatuhkan” martabat bangsa…..
miris yah ngeliatnyah…. semoga pemerintah mau memikirkan fenomena ini….
itulah anak jalanan. karena itu mereka tidur di jalanan. karena anak jalanan.
Menyedihkan melihat pemandangan seperti itu…
baNGkit negeriku
harapan itu masih ada
@ Achmad
Semoga pak, harapan kita semua.
@ Sawali
Mungkin di setiap kota pak, jumlahnya anak jalanan pun semakin meningkat, th 1999 ada 39.861 anak, th 2002 ada 94.674, dan th 2004 ada 98.113 anak. Sedangkan jumlah anak miskin th 2003 usia antara 6 – 18 tahun sebanyak 36.500.000 jiwa ini baru di 12 kota besar (Depsos).
@ Niaalive
Hiks… mbak niaalive tidur di pelataran mall kan dalam rangka kerja, jadi ya tidak termasuk anak terlantar. Tapi aslinya setiap warga negara itu juga dipelihara oleh negara.
@ Shaleh
Iya pak, peraturan tidak hanya untuk dibuat tapi juga harus dipraktekkan. Ketiga anak itu tidur di tengah jalan, tapi di atas verboden *betul ngak tulisannya*.
@ Kishandono
Permasalahan inilah yang setiap hari dirapatkan oleh bapak-bapak kita di kantor yang megah dengan AC, digaji berikut tunjangan mobil plus sopir, rumah, dsb. Tapi….. tetap belum terpecahkan hehehe.
@ Torasham
Pada tahun 2005 Departemen Sosial RI. melalui dana Dekonsentrasi sebesar Rp.46.510.000 dialokasikan di 12 Propinsi dan hanya bisa menangani 46.800 anak jalanan (Depsos). Bandingkan dengan uang negara yang telah dicuri, milyaran hingga trilyun mungkin kalau ditotal semua.
@ Gunawanwi
Betul pak, masalah kependudukan banyak yang terlibat, tidak hanya Depsos tapi juga Pemkot, Diknas, juga Kepolisian karena disinyalir banyak juga mafia-mafia yg mempekerjakan mereka, juga masalah narkoba dan kriminalitas. Ada yg bilang anak-anak itu setoran ke preman jalanan yg menguasai daerah tsb.
@ Mang kumlod
Iya mang, memprihatinkan.
@ Nita
Iya mbak, kenyataan seperti itu, dana kesejahteraan untuk mereka paling setahun puluhan juta, eh bandingkan dulu untuk klub sepakbola saja Pemkot Kabupaten bisa mengelontorkan dana milyaran.
@ Panda
Betul pak, potret Indonesia yang memalukan.
@ Langitjiwa
Begitulah bung jiwa
@ Meekaela
Wah mbak, jangan tanya deh berapa besarnya dana kampanye Bupati saja sampai puluhan milyar, sebenarnya Indonesia ini kaya, tapi rakyatnya miskin.
@ Ika
Iya mbak, bikin malu sama turis, piknik ke Indonesia ngeliat anak jalanan
@ Yari NK
Nah, ini, kalau belum mampu menikah, jangan nekad menikah. Bikin tambah sengsara. Hehe kalau dulu banyak anak banyak rejeki, sekarang banyak anak banyak pengeluaran. Setiap anak banyak rejeki juga betul, tapi mikir kesejahteraan juga penting. Hiks martabat bangsa juga dipertaruhkan, banyak penduduk, banyak kemiskinan. Malu dibilang negara miskin.
@ Eka
Pemerintah harus dan wajib memikirkan persoalan ini, mbak.
@ Mahavatar
Iya pak, anak jalanan ya hidup di jalanan, tidak punya rumah alias homeless.
@ Sapimoto
Memprihatinkan pak
@ Achoey
Betul pak, negeri ini harus bangkit meraih masa depan yang lebih baik.
Emang sih tidur di jalan lebih enak daripada mandi di jalan waaalaaahhhh ga nyambung abiz wkwkkw….
@ Zalukhu
Iya pak, salam untuk Nias *juga ga nyambung abiz*
Iya Pak
du rek mesakke tenan bocah2 iku
di sini anak2 dpt uang anak dr lahir sampai ntar umur 18 thn yang biasanya ditabung orang tua masing2 buat keperluan mereka di masa datang.
kecil tidur pinggir jalan… ntr klo dah gede tidur dimanaaa… jalanan dah diperlebar…. bisa tdur ditengah jalann….
btw yuk mari… kita bantu mereka.. klo gw mungkin cuma bsa berdo’a… semoga mereka diberi kelapangan hati dan rezki… amiin
di pontianak jg byk pemandangan seperti itu.. sedih rasanya melihat anak2 usia sekolah harus dipekerjakan utk memenuhi kebutuhan hidup
@ Shaleh
Iya pak
@ Elys
Wah, beda negara beda aturan mbak, andaikata di sini juga begitu.
@ Masenchipz
Semoga mas encip.
@ Enpe
Kelihatannya kok di mana-mana mbak.
Jangan pernah merasa kasihan, Mas Aryo. Karena aku percaya: rasa kasihan hanyalah bermegah-megah dengan perasaan kalau kita tak melakukan apa-apa. Jadi? Do something!
iyah… kalo bisa pake tindakan jgn cm mikir…. yg gw liat sih blm bener2 beres…. hehehe
dijakarta bnayk sekali spp itu…
itulah realita yang mengatakan bahwa bangsa kita ini masih miskin
@ Daniel
Setuju, do sam ting.
@ Eka
Iya, harus dibereskan segera.
@ Okta
Iya pak, negara miskin, akh… bikin malu.
Jumlahnya malah semakin banyak sekarang, mana nih para pemimpin, kayaknya cuma janji2 aja.
Eh tapi aku pernah sekali tidur di jalan Malioboro dulu sekali , pas jamannya liburan, masa itu memang banyak remaja2 yg datang dari berbagai daerah dan nongkrong semaleman di jalan kebanggaan Jogja itu. Engak tau sekarang …
yah… sama seperti komentar diatas, memang itu suatu potret kemiskinan di republik kita ini. Tapi itu semua bukan hanya tugas pemerintah aj, itu tugas kita smua… walaupun seberapa kecil itu, give a real contribution sangat bisa membantu mereka… jadi mulailah membuat langkah-langkah nyata untuk membantu mereka….
untuk yang punya blog, meth kenal yah ^^
tambahan… help them dan jangan mendiskriminasikan mereka karena mereka bagian dari masyarakat Indonesia yang termarginalkan…
Di jogja emang setahuku jarang ada gusuran anak jalanan.
jadi anak jalanan pating slebar dimana mana…
btw, anak jalanan memang nggak cuma selesai masalahnya dengan menangkap, dan memasukkannya ke dalam panti.
@ Seezqo
Kalau pak Seezqo tiduran di jalan sih, bukan tergolong anak terlantar tapi mencari inspirasi hehehe. Khusus Malioboro itu memang unik, tempat publik yang nyaman, banyak wisatawan dan para seniman nongkrong di sana. Ada taman, museum, galery, juga disediakan panggung dan tempat duduk, pokoknya nyaman deh *hiks* promosi lagi.
@ Krucial
Iya pak, do something, langkah kongkrit. Namun kalau memberinya uang kadang juga tidak mendidik. Salah satu simbangan yang terbesar adalah memberi nasehat atau spirit, agar menjalani hidup jangan sampai putus asa, tetap semangat meskipun dihimpit oleh keadaan. Mereka itu tidak hanya orang yang sangat amat miskin ekonomi, atau korban kebijakan pemerintah yang salah. Tetapi juga karena faktor orang tua, seperti perceraian atau broken home.
@ Abdee
Iya pak, maksud saya perjalanan dari Semarang Ke jokja, yang banyak anak jalanan itu Semarang, Banyumanik, Ungaran, Bawen, dan Magelang. Rata-rata para pengamen, meskipun jarang langsung bertemu, karena saya lebih banyak naik bis patas atau travel. Tetapi selalu melihat mereka.
Yeah,what more can i say except …….. It’s a hard life dude
oya,hampir lupa … thx ya udah mau mampir ke blog saya yang masih perlu buanyaaaakkkk perbaikan.
Mohon bantuannya …… ^.^
@ Nataliapuspa
Nah, blog mbak sangat bagus, terlihat tenang, hijau banyak rumputnya, sangat manis, semanis yang punya blok huehehe
hanya bisa berkata sedih.. miris.. dan kirim doa.. moga masa depan lebik buat mereka..:(
Kasihan!