Ali Khomsan MS dan Tim Ahli Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Tb. Rachmat Sentika memberi data sebanyak 4 juta anak Indonesia penderita kurang gizi terancam merosot kondisinya ke gizi buruk jika tidak segera ditangani. Namun pemerintah hanya mampu menangani 39.000 anak gizi buruk per tahun. Di Nusa Tenggara Timur, selama Januari-Juni 2008, sebanyak 23 anak balita gizi buruk meninggal. Ternyata untuk urusan makan pun kita tidak mampu.
Ungkapan Budianrto Shambazy mengelitik, bahwa serangga Undur-undur memang makhluk yang lucu karena berjalan tidak ke depan tetapi atret. Namun bangsa yang berjalan mundur sama sekali tidak lucu, tidak sedikit yang nostalgia dan tergoda ingin kembali ke zaman Orde Baru yang konon lebih sejahtera.
Di masa itu terasa sandang murah, pangan murah, BBM murah, dan sebagainya. Sudah tentu murah karena disubsidi. Namun uang subsidi diperoleh dari hasil utang, sementara uang hasil pajak dan eksploitasi kekayaan alam masuk kantong pribadi. Sekarang tiba waktu untuk melunasi utang sedangkan kekayaan alam negeri sudah terkuras habis dan diangkut ke mancanegara. Inilah disebut sebagai kesejahteraan palsu, hidup berkecukupan tapi uang hasil utang.
Apa yang dirasakan sekarang, berdasarkan logika kausalitas, tak lebih dari sekadar akibat. Ibarat di padang pasir yang teramat dahaga, dikepung fatamorgana yang selalu menipu akal sehat, hati nurani, telinga yang berpekerti, serta mata yang tidak cermat. Jika begini, reformasi dan demokrasi menjadi satu-satunya alternatif yang tersedia. Bangsa yang berjalan mundur mempraktikkan talking democracy, bukan working democracy. Bangsa yang berjalan maju selalu mencari jati diri dan menatap ke depan mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita Proklamasi 1945. Ternyata untuk berjalan maju itu sulit. Pilih berfikir maju atau berfikir mundur.
www.lapen.co.cc
www.laporanpenelitian.co.cc
www.kesimpulan.co.cc

menurut saya pemerintahan kita seperti tarian poco2..
*niru kata2 megawati
Karena pengendali negara ini terbiasa berpikir hari ini, bukan nanti. Terbiasa berpikir siapa, bukan bagaimana. Terbiasa berpikir saja, bukan bekerja.
Kenapa tulisannya kecil sekali? Sumpah mata saya jadi sakit membacanya. Tidak bisakah diperbesar?
Biar ga kurang giji makan saja undur-undur, he..he..
Jalan mundur berarti nggak maju-maju. Kalau Kepiting ke samping. Kita manusia apa iyta harus mencontoh cara jalan ke dua binatang yang kita kenal ini?
Kapan majunya kalo begitu?
Salam kenal ya…tulisan yang bagus!!
Mending hidup di negeri undur-undur, jelas, maju itu mundur. Atau hidup di negeri kepiting, maju itu nyamping.
Negeri ini kan majunya ngga jelas (bener, kayak poco-poco): maju, mundur, nyamping.
@ Emfajar
Haha, kalau poco-poco maju mundur tapi berirama, kalau bangsa mundur gak pakai irama.
@ Daniel
Apa lagi aji mumpung, mumpung berkuasa, program pembangunan serba jangka pendek saja.
@ Rafki KS
Iya pak maaf atas ketidak nyamanannya, ini sudah saya perbesar, terima kasih masukannya. Lain kali akan saya perbesar seperti ini.
*sebenarnya utk hidden hyperlink pak, hehehe, ngaku, theme ini jika pakai book antiqe f10 exatly pt9 insert hyperlink ngak kelihatan, hiks*
@ Ubadmarko
Haha, tapi undur-undur katanya bisa untuk obat diabetes pak.
@ Pad’
Iya pak d’ kalau kepiting nyamping, sudah mendingan, kalau undur-undur jadi mundur, lah kapan majunya.
@ Mangkumlod
Iya mang, berjalan kok maju mundur nyamping, jadi negeri republik undur-undur atau republik kepiting saja. wakakak
memang republik ini perlu banyak Perubahan. Berubah itu Maju!
mo undur2, kepiting, asal ga kaya Panda aja
MERDEKA BUNG !!!!
hahahaha gambar e bongkang…….. aku suka… tapi bukan berarti aku seneng mundur loooo…. Mundur-mundur kejegor sumurrr dunkkkk
Pada saat orde baru…. memang benar….. semua serba murah…. apa2 mudah…. tapi itu hanya semu….. terbukti ketika ujian sebenarnya tiba: yaitu krisis moneter se-Asia Timur, negara kita paling menderita, alias negara kita paling gagal dalam menempuh ujian tersebut.
Kok…. masih ada yang mau pakai cara2 orde baru sih?? Udah tahu cara2 orde baru gagal dalam ujian sebenarnya masih ada orang yang rindu dengan gaya2 orde baru. Memang bangsa ini nggak
mampumau belajar. (Walau mungkin ada juga sedikit hal di zaman orde baru yang bisa dicontoh).” bukankah kita telah laju.. mengapa kita mundur lagi.. ” sepenggal bait dari yovieandnuno
maju itu kedepan
mundur itu kebelakang
naik itu keatas
turun itu kebawah
* belajar arah – kembali ke taman kanak-kanak*
Heheh masa maju ke belakang….

Fotonya lucu.. hehe foto apaan seh
subsidi? saya masih rancu dengan istilah subsidi ini. soalnya istilah ini hanya untuk menutupi bahwa sebagian uang negara itu dialihkan ke hal2 bukan untuk rakyat, jadi ketika memberikan jatah ke rakyat maka dikatakan subsidi padahal itu sudah hak rakyat.
*
*halah ngomong opo to rul
mungkin kita mulai dari kemandirian. agar tidak dimundurkan terus.
itu binatang undur2 yach ???
apalagi kalau masih orba sekarang ya Mas……….?
Bangsa ini mundur 3 langkah untuk maju selangkah
keliatannya maju tapi mundur.
Apa mungkin karena salah arahnya ya? kaya undur2 itu.
Mungkin kita harus sering2 menyanyikan lagu patriotik :
Maju tak gentar, membela yang bayar ….
memang tidak sedikit yang berpandangan bahwa masa orba ternyata rakyat malah bisa hidup lebih nyaman, pak aryo. kalangan grass root agaknya sudah bener2 putus asa menghadapi situasi ekonomi yang tak kunjung membaik. bahkan, bebean ekonomi mereka makin berat. tak heran kalau ada yang berpandangan utk mengembalikan manajemen pemerintahan ke masa orba. sungguh sebuah pemandangan yang keliru. sebab utk melakukan *walah kok jadi sok tahu nih* sebuah perubahan memang butuh waktu dan peoses, bahkan juga butuh pengorbanan. semoga saja negeri ini tdk lagi seperti unsur2, tapi terus melaju kencang di atas jalan tol perdaban dunia.
maksa loooh itu mah dari sono nya klo undur undur itu
@ Panda
kan pak panda beda dengan kepiting atau undur-undur wkwkwk Merdeka!
@ Baderiani
Bongkang itu bahasa indonesiane apa mbak. Kalau sumur pompa ngak papa paling kejeduk hehe.
@ Yari NK
Begitulah pak Yari Dulu pada saat orba, dengan gagahnya menjadi negara pengekspor beras, tapi setelah kena krisis, ternyata jadi montang-manting. Ekonomi tidak ditopang oleh pondasi yang kuat yaitu ekonomi yang mengakar di masyarakat tapi di tangan konglomerat, kena goncang jadi roboh. Begitu lengser, ekonomi ikut lengser.
@ Anonimous
Wakakak, kita sekarang ternyata baru tahap belajar arah.
@ Nias
Ini foto hewan undur-undur pak Zalu, dapetnya dari wikipedia bahasa sunda. hehe.
@ Arul
Benar pak Arul, subsidi pengertiannya bahwa rakyat itu pengemis dan pemerintah itu dermawan. Sebenarnya tidak cocok dikatakan subsidi, karena uang dana subsidi sebenarnya memang-memang itu uang rakyat dan manjadi hak rakyat.
@ Arifrahman
Betul pak Arif, membangun kemandirian menjadi negara yang mandiri.
@ Blog Bisnis
Iya pak, binatang undur-undur, hehe
@ Hadi
Sulit dibayangkan pak, era memang harus berubah, dengan globalisasi, sistem pemerintahan seperti jaman orba tidak relevan lagi.
@ Seezqo
Iya, kelihatan maju-mundur, perlu nyanyi maju tak gentar, lupa syairnya saya pak.
@ Sawali
Iya pak sawali, mereka rakyat miskin sepertinya sudah banyak yang frustasi, kenapa setelah 11 orde reformasi tidak kunjung melaju, banyak gonjangan dan rintangan. Harus lebih fokus lagi.
@ Ronggo
Kasian ya pak, binatang undur-undur mengantikan peran sebagai kambing hitam. Undur-undur bisa protes: “hoi aku bangsa serangga bukan kambing hitam!!” wkwkwk.
Bagaimana jika indra penglihatannya ditutup…
kira2 akan kemanakah “dia”..??
itulah kenyataan yang terjadai saat ini, semoga perbaikan akan kelihatan meskipun hanya kecil itulah harapan kita semua untuk para pemimpin di Negeri ini , Salam Merdeka
sebenarnya klo memikirkan indoensia hampir setiap kalangan yang capek sebannarnya mas. tapi itu semua terkikis kembali dengan money2 sang polikutuk alias politikus terkutuk yang membutahkan mata simiskin dengan RP tersebut. knp indonesia tidak bisa menghapus kemiskinan karena klo kemiskinan dihapuskan siapa lai yang akan mereka permainkan hehehhhe logika sederhana
sukses mas
yah kalau orang-orang tua apalagi di pedesaan selalu mengunggulkan masa soeharto. ah, entahlah… tapi walaupun berjalan mundur pun tak apa. ibarat mobil, ketika di depan ada halangan, sering kita berjalan mundur sementara waktu untuk berbalik arah dan mencari jalan lainnya. atau kalau kita akan menabrak penghalang itu… mundur beberapa jauh untuk menambah ruang dan tenaga kemudian melesat ke depan…
semoga…
Itulah kenapa kita tidak bisa maju… senang hanya mengenang masa lalu, mendengar cerita kehebatan masa lampau tanpa ingin membuktikan bahwa itu benar.
Merdeka!!!
ya ya ya…..
jadi siapa yang salah berdasarkan kausalitas? :-p
Status: Merdeka
Jiwa: ????
Idealisme: ????
Budaya: ????
saya harus berteriak apa ya? TUJUH BELASAN..!!!!
ya ya ya…..
jadi siapa yang salah berdasarkan kausalitas? :-p
Status: Merdeka
Jiwa: ????
Idealisme: ????
Budaya: ????
saya harus berteriak apa ya? TUJUH BELASAN..!!!!
*gak mau teriak merdeka*
Kata pidato tahunan presiden tahun ini kita sudah swasembada beras tapi mengapa harga beras masih mahal, dan penderita gizi buruk masih banyak. Mungkin yang dimaksud “bapak yg terhormat” dalam pidatonya adalah dia sendiri.
Kita!!! Elu aja kali gw mah lupa.
jadi siapa yang salah? tanyakan pada rumput yang bergoyang …
semua karena rakyat dibiarkan bodoh, gak bisa sekolah murah, gak dapat pelayanan kesehatan yang bagus, sehingga gak sempat untuk melihat kebobrokan para wakilnya, gak tahu dan gak bisa mengetahui betapa bususknya para pemimpinnya…
ayo… buat cerdas rakyat
geli ih lihat gambarnya!!
@ Manik
Hehe, mungkin meraba dengan sungutnya pak.
@ Achmad
Iya pak semoga, dan Merdeka !
@ Gelandangan
Ini memprihatinkan pak, kemiskinan dijadikan komoditi dan permainan
@ SSS
Wah, betul pak, asal mundur satu langkah tapi majunya 5 langkah.
@ Shaleh
Karena berfikir mundur, jadi tidak maju pak.
@ Denny
Iya, kalau teriak Tidak Merdeka, kliatan janggal, jadi teriak Tujuhbelasan hihihi.
@ Xnu_g
Iya betul, yang pidato yang swasembada beras wakakak..
@ Mantan Kyai
Memang, rumput yang bergoyang itu serba tahu pak kyai hehehe.
@ Masdhenk
Betul pak, karena rendahnya pendidikan atau kebodohan, sehingga menjadi bulan-bulanan pemerintah.
@ Latree
Hi hi, kok geli mbak.