Laporan Penelitian

Arsip untuk September, 2008

Charles Darwin Mendapat Permintaan Maaf Dari Gereja atas Penolakan Teori Evolusi

In Total Artikel on September 15, 2008 at 9:34 pm

Gereja Inggris akan minta maaf kepada Charles Darwin atas penolakan teori evolusi yang dikemukakan hampir 150 tahun yang lalu.

Gereja Inggris memberikan pernyataan bahwa terlalu defensif dan emosional dalam menolak pendapat Darwin. Langkah tegas yang dulu dilakukan karena mencemaskan pihak Gereja yang percaya pada hukum penciptaan dan menganggap pandangan Darwin yang secara langsung menentang ajaran tradisi Kristen. Permintaan maaf, yang ditulis oleh Rev Dr Malcolm Brown, direktur Gereja misi dan urusan umum, mengatakan bahwa, reaksi orang kristen atas teori seleksi alam Darwin, mengulangi kesalahan yang mereka buat atas teori astronomi Galileo pada abad ke17.

Pernyataan itu berbunyi “Charles Darwin: 200 tahun dari kelahiran anda, Gereja Inggris berhutang maaf karena salah paham pada anda dengan membuat reaksi pertama pertama yang salah, kepada anda”. Suatu usaha untuk belajar dewasa yang penuh pengertian, dan harapan. Penolakan teori evolusi merupakan bentuk dari rasa ketakutan atas ancaman yang terlihat oleh agama Kristen.

Sumber:Telegraph.co.uk.

Demonstrasi Massa PKB Pro Gus Dur Di Depan KPU Jawa Tengah

In Total Artikel on September 9, 2008 at 1:11 pm

Dua hari ini tempat tinggal saya sangat riuh, mengingat di seberang jalan adalah Kantor KPU Jateng yang selalu menjadi langganan demonstrasi. Menyaksikan aktivitas demonstrasi sudah jamak bagi penduduk yang tinggal di sepanjang jalan tersebut. Namun yang terjadi pada kemarin siang dan tadi sore 9 September 2008 merupakan demonstrasi yang spesial menurut saya, karena ratusan bahkan ribuan yang diklaim oleh massa PKB pro Gus Dur Jawa Tengah melakukan aksi demonstrasi dengan tertib dan simpatik. Saya sangat respek dengan demonstrasi dua hari tersebut.

Bagi saya pribadi tidak perduli dengan permasalahan yang disampaikan, apakah pro atau kontra Gus Dur dan Muhaimin Iskandar, KPU dan KPUD, Andi Mattalatta dan SBY, putusan sela PTUN Jakarta, ataupun your religious yells. Namun proses demostrasi yang tertib dan aman menjadi yang utama, karena sebaik apapun tujuan jika dicapai dengan cara kekerasan maka di manapun akan menjadi bumerang buruk.

Proses pengamanan kali ini juga yang terbesar, ratusan personil polisi lengkap dengan meriam air, pasukan kuda, dan pasukan anjing pelacat membuat barisan kaki. Acara demonstrasi yang dimulai sekitar jam 3 sore dengan berbagai orasi salah satunya oleh Anggota DPRD Jateng, berakhir dengan acara buka bersama para demonstran dan pasukan polisi, rukun.

Bagi KPU dan KPUD, buatlah keputusan apapun yang berdasar pada ketentuan yuridis. Bagi Muhaimin Iskandar, Gus Dur, atau siapapun, jangan bawa-bawa rakyat kecil, kasian meraka. Saya yakin mereka yang berdemo tersebut tidak tahu apa-apa dan hanya menjadi komoditas elit politik. Bagi massa PKB, teruslah perjuangkan aspirasi anda dengan tertib dan kondusif, anda bisa menjadi contoh baik.

Oh iya, satu lagi bagi para demonstran, kalau habis makan bungkusnya dikumpulkan dan dibuang di tempat sampah depan rumah, tempat saya membuang bungkus kopi.

Daya Adaptasi

In Total Artikel on September 2, 2008 at 2:50 pm

Perubahan berjalan semakin cepat dan akan melibas apa saja seperti logos menggantikan mitos dan secara tegas menelanjangi tabir mitologi. Pada era itu timbul reaksi para penganut status quo sontak menyebut sebagai era “the death of god” (“crisis of theology”).

Perubahan yang begitu cepat ini menyebabkan “culture shock” bagi orang yang sulit berkompromi dan melakukan tawar menawar dengan modernitas. Dalam situasi ini tidak heran kemudian muncul satu dua gerakan dari kalangan status quo yang gerah dengan mencoba formula reform mitologi gaya baru yaitu neo-ortodok agar lebih harmonis dengan perkembangan kekinian.

Munculnya neo-ortodok membuat peta friksi menjadi tiga kubu yaitu logos, mitos, dan ditambah dengan neo-mitos. Namun hampir tidak ada satu celah pun untuk penganut neo-ortodok dari kaum ortodok, senjata paling ampuh adalah dalil kebenaran dan kesucian.

Tidak selamanya mitos itu jelek, namun ketika diimplementasikan pada konteks riil dan teknis akan berubah menjadi proses pemistikan. Ini menjadi ujian sejauhmana daya adaptasi suatu ajaran dapat menyesuaikan diri pada perkembangan jaman, karena tidak akan mungkin perkembangan jaman yang menyesuaikan dengan suatu ajaran, sama halnya dengan nasib peradaban mesir, yunani, samawi, dan telah digantikan dengan jaman posmo digital sekarang ini.

Dua poin penting yaitu: Pertama, jalin kompromi, mitos menjadi inspirasi makna hidup dan logos menjadi peroblem solving teknis dan praktis. Kedua, bongkar gaya hipokrit paradigma kebenaran, karena hanya ingin merasa benar menjadi penyebab tragedi berdarah. Terlalu naif jika tidak mengakui bahwa merasa paling benar sejatinya proses ”displacemant” dari motif berkuasa yang serakah dan egois. Tidak perlu malu merubah paradigma kebenaran menjadi paradigma kebajikan.