The Indonesian Dragon

The Dragon adalah Kris John, sang naga kaliber dunia di featherweight dan rekor menang 41 kali tanpa kalah. Menoreh juga cabang wu-shu dengan rekor medali emas SEA Games Jakarta 1997, medali perunggu SEA Games Kuala Lumpur 2001, medali emas PON Jakarta 1996, dan medali emas Kompetisi Wushu Indonesia.

Fakta kebanggaan hati, bawa berkah tidak cuma diri sendiri, sebab juga bangsa ini yang semakin terasa rendah diri. Mengharumkan kami, sebab melumpuhkan lawan dan berkibarlah sang Merah Putih. Elias Pical, Rudi Hartono, Utut Adianto, Oka Sulaksana, Ade Rai, Doni Tata, Nurfitriyana Saiman, Susi Susanti, Yayuk Basuki, dan bunga-bunga lain yang mekar indah di taman, membawa kesegaran jiwa yang haus dan kering, bak oase di padang carut marut prahara bangsa. Namamu adalah dirimu, dirimu adalah bangsaku. Terima kasih pendekar.

39 pemikiran pada “The Indonesian Dragon

  1. Jadi teringat kata2nya Pak Menpora, Adhiaksa D, bahwa sang merah putih bisa berkibar di dunia international lewat olahraga. Hidup Indonesia!

  2. para atlet itu sudah mengharumkan nama bangsa, tapi banyak yg kesejahteraannya kurang diperhatikan…masak elias pical yg juara dunia kelas bantam yunior (bener gak kelasnya ini) sesudah pensiun bertinju jadi satpam…sedih banget

    ah, tapi mungkin itu dulu. para atlet yg sekarang mungkin sudah lebih makmur. moga2. hidup atlet!

  3. Untuk menuju prestasi…. mau tidak mau….. seorang atlit harus menjadi profesional. Ini bukan tanpa alasan, karena dengan menjadi profesional maka ia dapat berkonsentrasi penuh di bidang olahraga yang digelutinya dan tidak setengah2 seperti atlit2 amatir yang sibuk banting tulang cari kerja/duit untuk memenuhi kehidupannya.

    Selain itu struktur pembinaan olahraga yang lengkap dan terprogram juga perlu, namun harus sesuai dengan kebutuhan masing2 individu dan tidak bisa diseragamkan. Pelatnas sebenarnya kurang diperlukan, atlit2 profesional di luar negeri yang berprestasi dunia tidak perlu ribut2/capek2 dengan yang namanya pelatnas karena mereka sudah mempunyai program2 individual tersendiri guna mendongkrak prestasi mereka, yang kalau diterapkan sistem pelatnas belum tentu cocok dengan mereka.

    Juga sistem penghargaan kepada mantan atlit2 berprestasi. Saya sempat sedih bagaimana kini mantan juara tinju dunia kita Elyas Pical sudah mudah terlupakan oleh kita dan entah kini nasibnya bagaimana, KTI yang membawahi para petinju profesional di negeri inipun nampaknya sudah tidak begitu peduli. Mudah2an kini Elly Pical dan juga mantan2 atlit berprestasi lainnya dapat hidup lebih layak…..

  4. @ Mang Kumlod
    Dari pada yang berkibar travel warning mang, atau mengibarkan bendera di negara sendiri.

    @ Nita
    Wah saya baru tahu, jika sekarang kerja jadi satpam, untungnya punya istri dokter gigi yg bisa membantu mencari nafkah.

    @ Daniel Mahendra
    Weh kalau ada orang bertanya seperti itu, jadi malu sendiri karena tidak mampu berbakti pada bangsa (contohnya diri saya sendiri).

    @ Angelndutz
    Moga-moga mbak, Indonesia hidup terus (terlalu lama sakit kritis).

    @ Yari NK
    Idealnya seperti itu pak, karena pemerintah tidak bisa menjamin kehidupan nafkah atletnya, mau tidak mau sang atlet harus menempuh kompetisi profesional seperti hadiah kejuaraan atau sponsor. Eh kabarnya justru pihak yang menangani atlet malah meminta jatah sponsor yang menjadi hak atlet. Kecenderungan pelatnas malah menjadi ajang kerja sampingan para birokrat. Bagaimana jika pelatnas diserahkan pada klub masing-masing, misalnya cabang atletik biar diserahkan pada klub maraton salatiga, bulutangkis pada club Djarum, dsb. Mereka lebih profesional, dibanding bapak-bapak birokrat di pelatnas.

    @ Niaalive
    Semoga gaya hidup seperti kris john, susi susanti, doni tata, dsb semakin banyak ditiru oleh kawula muda.

    @ Ulan
    Keren apanya mbak, hiks.

    @ Qizinklasiva
    Wah tuh dia, semoga tidak senasib dengan elias pical. Seorang mantan juara tinju dunia hanya menjadi satpam, weh tragis nasib mereka.

    @ Torasham
    Betul pak, kris john menekuni dua cabang sekaligus secara bersamaan.

    @ Harjo
    Semoga begitu pak, para olahragawan tidak cukup hanya otot, tetapi juga kecerdasan manajemen. Peran pemerintah dalam hal ini sangat penting untuk memberikan kebijakan yang produktif untuk mencetak para atlet untuk mengembangkan profesionalisme.

    @ Kishandono
    Semenjak reformasi, gebyar PON seolah-olah redup, pak. Kalah dengan gegap gempitanya Pilkada, pemerintah lebih banya memikirkan Pilkada dibandingkan PON.

    @ Sapimoto
    Semoga prestasi terus menjadi semangat untuk bangkitnya Indonesia

  5. chris john memang sangat layak menerima julukan itu, pak aryo. dia tak hanya membawa harum buat keluarga dan daerah banjar negara, tapi juga membawa harum nama bangsa. semoga muncul chris john2 berikutnya, pak, yang mampu menjaga kehormatan dan martabat bangsanya lewat prestasi.

  6. Chris John emang OK.. teringat waktu nonton penampilan perdana Chris di Indosiar dulu, saya sudah prediksi, ni petinju bakal sukses😀. Soalnya Chris hampir komplit untuk jadi seorang yang sukses di dunia tinju. Gaya tinjunya seorang fighter sejati, mirip ma Si “Mulut Besar” Muhammad Ali.
    Kelemahannya cuma dia ga punya Killing Punch alias jotosan mematikan.

    *hehe… gaya seorang komentator*

  7. @ Sawali
    Sedikit banyak, bangsa ini kecipratan berkah dari sepak terjangnya. Begitulah pak, mungkin salah satu cara untuk memberi balasan pada bangsanya.

    @ Gelandangan
    Masalah inilah yang selalu dirapatkan oleh para pemutus kebijakan per-olahraga-an di kantor pusat olah raga jakarta dengan fasilitas ruang ber AC, mobil dinas berikut sopirnya, dan digaji puluhan juta perbulan. Mungkin harus banyak action dari pada rapat untuk membina penerus chris john selanjutnya.

    @ Denny Eko
    hingga hengkang ke Australia, karena mencari fasilitas latihan dan manajer yang berkualitas.

    @ Aliefte
    Betul pak, dia tipe permainan ronde panjang, badannya lentur karena juga menekuni cabang wushu.

    @ Imam Brotoseno
    Eh kalau baca di Koran, dia hanya dapat bayar dari iklan tersebut sekitar 50juta dari kontrak 100jt *entahlah*

    @ Enpe
    Salah satu manfaat punya =insan manusia= seperti chris john.

  8. @ Arul
    Dua cabang sekaligus

    @ Masenchipz
    Wah… Langsung KO nti bro, blognya kolom bloger nti diwariskan saya ya…. wakakak

    @ Zoel Chaniago
    Chris John juga punya website, tapi fasilitas dari world Boxing. Sayang dia ngak sempat ngeblog.

    @ Esaifoto
    Silahkan, terimakasih telah mampir.

    @ Kambingkelir
    Chris John telah memberi bukti.

  9. chris john juga atlet wu-shu?
    wow.. saya baru tau..
    bravo bang chris.. saya salut sama prestasinya
    yg mengharusmkan nama bangsa
    semoga ketika tua, jasa2nya slalu diingat negera..
    en ga ditelantarkan pemerintah seperti para mantan atlet sblmnya..

  10. @ Shaleh
    Mungkin seperti itu pak shaleh

    @ Nad anak aneh
    Memang aneh komennya

    @ Dee
    Semoga juga begitu mbak

    @ Ubadmarko
    Kalau mbah marijan, misteri gunung merapi hehehe

  11. semoga para preman nantinya juga kepikiran untuk berantem di ring tinju… sapa tau makin banyak petinju endonesa yang masuk ke kancah internasional…

  12. kapanpun aku akan selalu hormat sama sang jagoan tinju ini. siapapun dia kalo telah mengharumkan nama bangsa ya harus dijamin donk pleh negara.

    dimanapun dia baik itu telah tiada tapi dia telah menyumbangkan seuatu untuk negara.

    giliran kita2 ini kapan ya?

  13. LOWONGAN KERJA SATPAM / SECURITY BAGI LULUSAN SD, SMP, STM, SMA, SMK, SMEA, TERBARU

    GOLDEN MILENIUM SECURITY, Bergerak di bidang jasa Pengamanan, yang bekerja sama dengan Mall, Hotel, Apartement, Bank, Rumah Sakit dan gedung perkantoran yang ada di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok dan Tanggerang.

    KETENTUAN YANG BERLAKU :

    01. Pengalaman kerja Satpam / Security tidak di Utamakan.
    02. Setelah dinyatakan lulus seleksi oleh Kami, maka calon anggota Satpam / Security langsung mengikuti pelatihan selama 1(satu) minggu dan langsung penempatan kerja.
    03. Selama pelatihan di sediakan Mess (tempat tinggal).
    04. Gaji yang akan diperoleh per bulan setelah bekerja adalah UMR DKI + Lemburan.
    05. Biaya administrasi sebesar Rp. 500.000 (dipotong dari gaji setelah bekerja).
    06. Biaya baju seragam, atribut Satpam / Security, pelatihan dan piagam sebesar Rp. 1.500.000 (dibayarkan di muka pada saat seleksi dengan mendapatkan tanda terima penerimaan kerja, uang akan di kembalikan saat itu juga apabila dalam ujian dinyatakan tidak lulus seleksi penerimaan anggota Satpam / Security).

    PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI :

    01. Jenis kelamin Pria / Wanita.
    02. Membuat surat lamaran kerja beserta daftar riwayat hidup.
    03. Melampirkan Ijasah foto Copy (setelah bekerja yang asli di lampirkan).
    04. Pas Foto berwarna 4 X 6 sebanyak 4 lembar.
    05. Foto Copy KTP sebanyak 4 lembar.
    06. Foto Copy Surat Keterangan Kelakuan Baik dari kantor Polisi.
    07. Surat Keterangan Sehat dari Dokter / Puskesmas yang asli.
    08. Tinggi badan Pria 170 Cm, Wanita 160 Cm.
    09. Umur Maksimal Pria 38 Th, Wanita 25 Th.
    10. Meterai sebanyak 3 Buah.

    APABILA SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN
    TERPENUHI DI JAMIN LANGSUNG BEKERJA

    Lamaran Dapat Di kirimkan
    Melalui Pos ke :

    GOLDEN MILENIUM SECURITY
    Gedung Plasa Lippo (CIMB Niaga) Lt. 5
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
    Jakarta – 12920

    Atau Lamaran Dapat Di kirimkan
    Melalui Email ke :

    (arie_golden@yahoo.com)

    Untuk Informasi
    Hubungi Sdr. Arie
    Telp : (021) 32228536
    HP : 0855-1029572
    0813-17926502
    (Mohon Maaf Kami Tidak Melayani SMS / Missed Calls)

  14. […] The Indonesian Dragon The Dragon adalah Kris John, sang naga kaliber dunia di featherweight dan rekor menang 41 kali tanpa kalah. Menoreh juga cabang wu-shu dengan rekor medali emas SEA Games Jakarta 1997, medali perunggu SEA Games Kuala Lumpur 2001, medali emas PON Jakarta 1996, dan medali emas Kompetisi Wushu Indonesia. Fakta kebanggaan hati, bawa berkah tidak cuma […] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s